Unduh Aplikasi

Buruk Kemenag: Korupsi Alquran, Rehab Masjid hingga Jual Beli Jabatan

Buruk Kemenag: Korupsi Alquran, Rehab Masjid hingga Jual Beli Jabatan
Gedung Kemenag. Foto: Ist

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) kembali diguncang skandal korupsi. Kali ini bola panas dimulai dari Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy). Bukan pertama kali kasus menggoyang kementerian dengan slogan 'Ikhlas Beramal' itu.

Dalam catatan detikcom, Minggu (17/3/2019), kasus yang mencengangkan yaitu Pengadaan Alquran di Kementerian Agama dengan APBNP 2011 dan APBN 2012. Kasus bermula saat Kemenag mempunyai dana Rp 22,855 miliar untuk pengadaan penggandaan kitab suci Alquran tahun 2011 di Ditjen Bimas Islam.

Anggota Banggar DPR kala itu, Zulkarnaen Djabar, bermain dalam proyek pengadaan Alquran. Zulkarnain dibantu anaknya, Dendy Prasetia.

Sebagai perantara, Fahd A Rafiq dan Dendy Prasetya. Proyek ini dimainkan sedemikian rupa sehingga negara rugi miliaran rupiah. Kasus pun bergulir ke pengadilan.

Pada 28 September 2017, Fahd divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan Fahd terbukti menerima suap Rp 3,411 miliar.

Adapun pasangan bapak-anak Zulkarnaen-Dendy, hukum 15 tahun penjara untuk Zulkarnaen dan 8 tahun penjara untuk Dendy.

Sampai di situ? Tidak. Korupsi di Kemenag juga terjadi dalam hal rapat 'siluman'. Pada 2017, laporan keuangan menyebut digelar rapat di hotel, tapi faktanya di kantor. Padahal, uang sudah mengucur. Sejumlah peabat dihukum di kasus itu.

Apakah hanya di tingkat pusat? Ternyata tidak. Korupsi di Kemenag telah menggurita sampai tingkat terbawah. Seperti terjadi di Mataram, NTB. Yaitu Kasubag Kepegawaian dkk di Kanwil Kemenag NTB terjaring OTT.

Mereka mengutip dana rehab masjid di 13 wilayah. Yaitu 4 masjid di Gunungsari, 4 masjid di Lingsar dan 5 masjid di Batu Layar. Dari pungli itu, mereka mendapatkan lebih dari Rp 100 juta.

"Sangat prihatin. Prihatin dalam arti yang luas. Kita sangat terpukul rasanya dalam permasalahan ini. Saya ndak enak makan, kami ndak enak makan. Kalau ndak OTT sih mungkin masih disembunyi-sembunyikan. Tapi karena di-OTT ini," ucap Kakanwil Kemenag Manaram, H Nasruddin mengomentari perilaku bawahannya kala itu.

Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...