Unduh Aplikasi

Burriati, Dhuafa Aceh Utara Hidup di Rumah Tak Berdinding

Burriati, Dhuafa Aceh Utara Hidup di Rumah Tak Berdinding
Foto: For AJNN

ACEH UTARA - Hanya mengandalkan ranting kayu sebagai dinding yang terpasang di pondasi rumah, dengan beratapkan daun rumbia dan berlantaikan tanah, serta ditutupi dengan terpal hitam. Begitulah kondisi istana tempat Burriati tinggal bersama suaminya Nurdin.

Memang jauh dari kata layak, rumah yang berada di Gampong Keubon Baro, Kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara, menjadi tempat berlindung warga kurang mampu itu.

Ketua LPD Aceh Utara, Cut Sri Wahyuni mengatakan, saat pihaknya mendatangi untuk menyerahkan sejumlah sembako, rasa kaget dan prihatin terserat dalam hati mereka. Dimana, dimasa yang sudah maju ini masih ada rumah warga yang tidak layak untuk di huni.

“Mereka hidup dengan serba kekurangan, kondisi rumah sangat memprihatinkan. Dimana tanpa dinding yang layak, berlantai tanah, listrik juga tidak ada. Sementara untuk memasak juga masih menggunakan kayu bakar,” kata Cut Sriwahyuni kepada AJNN, Sabtu (16/5).

Dikatakan Cut Sriwahyuni, ketika angin melanda kawasan tersebut serta hujan mengguyur, maka akan langsung tembus ke dalam rumahnya. Karena dinding hanya ditutupi dengan terpal karet hitam.

“Untuk penerangan rumah sendiri mereka harus mengambil arus dari tetangganya, dan tiap bulan membayar Rp60 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, sambung Cut Sriwahyuni, mereka sekeluarga tinggal di Kecamatan Langkahan, tetapi rumah disana tidak ada lagi karena sudah dibawa arus banjir, sedangkan saat ini suaminya menjadi buruh Lepas di pabrik sawit.

“Mereka hanya berharap adanya bantuan rumah yang layak saja, dan memiliki listrik sendiri. Karena pendapatan suami hanya mencukupi untuk makan saja,” imbuhnya.

Yang ingin mendonasi bersama LPD Indonesia bisa melalui Bank BNI Syariah 453315197 atas Lembaga Peduli Dhuafa dengan masukan kode Rp 002 Contoh Rp. 100.002 konfirmasi pengiriman 0853 8252 8913.

Komentar

Loading...