Unduh Aplikasi

Bupati Simeulue kecewa masyarakat tak hadir serah terima bangunan Pemda

Bupati Simeulue kecewa masyarakat tak hadir serah terima bangunan Pemda
Simeulue
SIMEULUE-Bupati Simeulue Drs Riswan NS mengaku kecewa banyak masyarakat tidak hadir dalam acara seremonial serah terima secara simbolis bangunan tambatan perahu, Kamis (5/3) di Desa Senebok, Kecamatan Teupah Selatan.

Kekecewaan itu lahir setelah orang nomor satu di daerah itu melihat kursi undangan didominasi para undangan dari Muspida dan Muspika. Sedangkan masyarakat duduk di bawah pohon kelapa yang terdiri dari kaum bapak-bapak dan ibu-ibu.

"Saya merasa sangat malu dan kecewa, acara seremoni penyerahan bangunan tambatan perahu ini bertujuan untuk masyarakat, sebaliknya hanya dihadiri aparat Muspida dan Muspika. Ini membuktikan pihak Dinas Perhubungan sebagai penyelenggara dan Camat beserta Kepala Desa sebagai tuan rumah tidak mengkoordinir acara ini dengan baik," ungkap Riswan.

Ironis, acara yang diharapkan untuk memberitahukan ke masyarakat bahwa peran serta Pemda dalam memenuhi keluhan terkait pembangunan, sebaliknya yang hadir aparat Muspida dan Muspika.

"Kalau begini, untuk apa diadakan acara di desa kalau masyarakat yang hadir sedikit. Dan saya pun tidak dapat bertatap muka langsung dengan masyarakat saya sendiri. Kalau yang hadir Muspida dan Muspika sudah sering terutama di pendopo. Kalau begini bagus kita adakan saja di pendopo. Saya minta saat acara makan nanti, agar didahulukan masyarakat yang makan," ucap Bupati kesal.

Acara penyerahan tambatan perahu yang diselenggarakan Dinas Perhubungan setempat di pelabuhan Olol Asen Desa Senebok itu bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat terkait hasil kerja pihak eksekutif dan pihak legislatif dalam pelaksanaan pembangunan.

"Saya apresiasi adanya acara seperti ini untuk mengungkapkan ke masyarakat terkait program yang sudah dicapai Dishub. Dan ini harus bisa dilaksanakan dinas-dinas lain terutama Dinas PU dan Dinas Pertanian sehingga semua transparans tentang pembangunan yang terlaksana di dinas itu,"

Di sektor perhubungan tahun 2014, dinas terkait memiliki 25 kegiatan yang sumber dananya berasal dari APBN, APBA dan APBK dengan total Rp 6 milyar lebih. Kegiatan yang dimaksud yakni, 11 pembangunan kolam dermaga kecil dengan total Rp 3 milyar lebih, pengecatan marka jalan 5,8 Km, pemasangan 24 mata kucing di jalan kota dan pengadaan 10 traffic cone.

Kepala Dinas Perhubungan Narmiadin menyampaikan pengajuan anggaran program dinasnya dari tahun ke tahun terjadi penurunan. Sebutnya, di 2013 anggaran Rp 10 milyar lebih. Sedangkan 2014 hanya terealisasi Rp 6,2 milyar lebih.

"Hampir 50 persen terjadi penurunan anggaran dari 2013 hingga 2014. Dan 2015 alokasi anggaran yang diberikan hanya Rp 2.186.637.000," jelas Narmiadin.

Pantauan media AJNN, antusias masyarakat setempat terutama di Desa Senebok sangat kurang. Hal itu dibuktikan dengan jumlah masyarakat yang tidak mencapai 50-an menghadiri acara itu, sedangkan jumlah penduduk di desa tersebut lebih kurang 500-an jiwa.

SEPTIAN

 

Komentar

Loading...