Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Tenggara Tolak Indomaret, Wakil Berikan Restu

Bupati Aceh Tenggara Tolak Indomaret, Wakil Berikan Restu
Gerai Indomaret. Foto: Berita Satu
ACEH TENGGARA - Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin Beru tegas menolak keberadaan toko ritel Indomaret di daerahnya. Menurut dia keberadaan Indomaret dapat mengancam keberadaan pedagang kecil di kabupaten itu.

“Mereka (Indomaret) biasanya menjual barang dengan harga barang lebih murah, itu akan mempengaruhi pedagang kecil kita di sini,” kata Hasanuddin kepada AJNN, Senin (18/1). Selain itu, baru-baru ini Aceh Tenggara juga memperkenalkan layanan Kios Duafa yang diproyeksikan untuk mendorong daya saing pedagang di daerah itu. Hasanuddin khawatir, kios itu perlahan-lahan mati karena tak bisa bersaing dengan harga yang ditawarkan Indomaret.

Kehadiran toko riteil Indomaret di Aceh Tenggara menuai kontroversi. Tak sedikit menolak karena alasan yang sama dengan disampaikan Hasanuddin. Indomaret dengan mudah mengontrol harga untuk merebut pasar yang selama ini dipegang oleh pedagang tradisional.

Arni (29), salah seorang pelanggan di Indomaret mengaku senang berbelanja di situ karena harga yang jual lebih murah ketimbang harga di pasar tradisional. Selisih harga gula bisa mencapai Rp 2.000 per kilogram.

Johanudin Desky, pengelola Indomaret di Kutacane, mengatakan pihaknya hanya menjalankan bisnis. Terkait masalah harga barang yang dijual di bawah harga pasaran, dia menjawab, “namanya juga dagang. Persaingan itu kan biasa di mana-mana.”

Kepala Dinas Pelayan Perijinan Terpadu Satu Pintu (P2TSP) Syahiburawi mengatakan pemerintah memberikan izin kepada Indomaret berjualan di daerah itu atas restu Wakil Bupati Aceh Tenggara Ali Basrah. 

|
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...