Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Selatan Berhentikan Keuchik Gampong Krueng Batu

Bupati Aceh Selatan Berhentikan Keuchik Gampong Krueng Batu
Prosesi pelantikan PJS Keuchik Gampong Krueng Batu Darman oleh Camat Kluet Utara Zainal. Foto: Ist

ACEH SELATAN - Bupati Aceh Selatan Teuku Sama Indra resmi memberhentikan Keuchik Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara. Pemberhentian itu, melalui SK Nomor 594 Tahun 2017 tertanggal 27 September 2017. Keputusan itu keluar setelah keluarnya surat pertimbangan Camat Kluet Utara, H. Zainal A untuk meminta ditetapkannya pejabat Keuchik Krueng Batu.

Bupati Aceh Selatan dalam keputusannya memberhentikan dengan hormat H. T. Arbet Banta dari jabatannya sebagai Keuchik Gampong Krueng Batu, dan menetapkan Pejabat Keuchik Sementara Darman.

Kepala Bagian Pemerintahan Umum Otda Daerah Sekdakab, Zulkarnaini membenarkan perihal pemberhentian Keuchik Arbet Banta. Pemberhentian itu atas permintaaan masyarakat gampong setempat.

"Benar sudah diberhentikan, ini karena ada beberapa alasan seperti permintaan masyarakat, kemudian adanya mosi tak percaya, menyegel kantor keuchik, dan adanya perangkat gampong setempat yang mundur secara masal," kata Zulkarnaini, Jumat (29/9).

Baca: Warga Krueng Batu Segel Kantor Keuchik

Sementara itu, Camat Kluet Utara Zainal menjelaskan pemberhentian Keuchik Gampong Krueng Batu murni permintaan dari masyarakat dan perangkat gampong setempat.

"Kami sudah lantik pejabat sementara (PJ) Keuchik Gampong Krueng Batu Darman,SE yang merupakan Sekcam Kecamatan Kluet Utara. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan menetukan jadwal pemilihan keuchik baru," ujarnya.

Pemberhentian Keuchik Arbet, kata Zainal, bukan terkait dengan dana desa, namun lebih kepada moral dan etika Keuchik Arbet yang tidak harmonis dengan masyarakat.

"Alasan itu lah masyarakat setempat mengeluarkan surat mosi tidak percaya kepada Arbet," ungkapnya.

Arbet Banta ketika dikonfirmasi AJNN mengaku surat keputusan yang dikeluarkan pemerintah daerah terkesan menzalaminya. Ia menilai pemberhentiannya sebagai keuchik tidak ada alasan yang mendasar.

"Ini jelas pemerintah daerah menzalami saya, pemberhentian saya tidak ada alasan yang tepat. Saya sudah hubungi Kabag Hukum Sekdakab, malah mereka berkilah dan saling lempar tanggung jawab," katanya.

Ia juga melihat pemberhentiannya dari keuchik juga terkesan aneh, sebab pemberhentian seorang keuchik harus melalui beberapa proses atau aturan.

"Kecuali saya ada korupsi, gangguin perempuan. Apabila pemberhentian saya tidak sesuai dengan jalur Undang-undang, maka saya akan bawa persolan ini keranah hukum," tegasnya.

Komentar

Loading...