Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Jaya Serahkan SK Honorer 39 Paramedis yang Bertugas di Ruang Pinere

Bupati Aceh Jaya Serahkan SK Honorer 39 Paramedis yang Bertugas di Ruang Pinere
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB sedang menyerahkan SK TAT kepada paramedis yang bertugas di ruang Pinere. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tenaga Harian Tertentu (TAT) terhadap 39 paramedis RSUD Teuku Umar Kabupaten Aceh Jaya yang berlangsung di aula rumah sakit setempat, Rabu (11/11).

Penyerahan SK sisa masa kerja tahun 2020 tersebut turut didampingi oleh Sekda Aceh Jaya, Mustafa, Direktur RSUD Teuku Umar, dr. Eka Rahmayuli, Kepala BPKK, Kepala Inspektorat dan Kadis BKPSDM Aceh Jaya.

Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB menyampaikan bahwa pemberian SK tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap paramedis yang selama ini sudah bekerja keras melawan Cobid-19 di RSUD Teuku Umar.

"Ini merupakan bagian dari kepedulian kita kepada paramedis yang selama ini sudah bekerja keras dalam merawat pasien Covid-19 di RSUD Teuku Umar," kata Irfan TB.

Katanya, dari 39 paramedis yang mendapat SK TAT dari Bupati Aceh Jaya, sebanyak 25 orang ditugaskan di ruang Pinere RSUD Teuku Umar, dan selebihnya di ruang pelayanan lainnya.

Irfan TB juga memastikan jika paramedis yang mendapatkan SK di sisa masa kerja tahun 2020 (Oktober, November dan Desember) juga sudah di anggarkan di tahun 2021 mendatang.

"Jadi untuk tahun ini mereka hanya mendapat honor 3 bulan terakhir, dan untuk tahun 2021 kita juga sudah masukkan anggarannya sehingga tahun depan mereka bisa mendapat honor full 12 bulan," terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Teuku Umar, dr. Eka Rahmayuli menyampaikan jika pihaknya tidak ada pilih kasih terhadap paramedis yang akan diberikan SK TAT tersebut, namun yang mendapat SK tersebut sebelumnya memang sudah bakti di rumah sakit, bahkan ada yang sudah 10 tahun bakti dirumah sakit.

"Untuk perawat kita memang kekurangan, belum lagi kemarin ada juga yang menolak ditempatkan tugas di ruang Pinere, sehingga kami pilih yang benar-benar mau dan bersedia ditempatkan di ruang Pinere untuk mengusulkan SK ke Bupati," jelas dr. Eka.

Selain itu, pihaknya juga mengaku kesulitan untuk mencairkan insentif kepada petugas medis dan para medis yang selama ini menangani pasien Covid-19.

"Memang uangnya sudah ada, namun untuk mencairkan uang insentif tersebut sangat kaku, dan terbentur dengan regulasi. Jadi hingga saat ini memang kita juga masih pelajari regulasi bagaimana insentif tersebut bisa dicairkan," pungkas dr. Eka.

Komentar

Loading...