Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali Mengaku Pernah Korupsi

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali Mengaku Pernah Korupsi
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. Foto: Pemkab Aceh Besar

BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengaku pernah korupsi dengan menurunkan harga jual tanah agar terbebas dari pajak. Hal itu disampaikan pada pembukaan penandatanganan pakta integritas di kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Aceh Besar, Kamis (5/3) kemarin.

Mawardi menceritakan persoalan tanah yang sering kali terjadi di wilayahnya. Dia mencontohkan di kecamatan Kuta Baro. Ada petak tanah harganya Rp 500 ribu lalu dalam akte dibuat Rp 50 ribu supaya pajaknya kecil.

Kemudian kata Mawardi, wilayah itu masuk program pembangunan jalan tol dan turun tim penilai harga. Tim melihat harga tanah rata-rata dibawah Rp 50 ribu maka ditetapkanlah harga tanah di sekitar jalan tol itu 90 ribu, maka ributlah semua orang.

"Karena apa, ini notaris dan camat ketika datang penjual bilang dia beli tanah harganya cuma Rp 20 ribu, padahal harga tanah disana sudah Rp 400 ribu, kenapa dikecilkan, supaya tidak kenak pajak. Nah ini korupsi ini, saya juga buat kek gitu dulu sebelum bupati, sekarang gak boleh kali, Kita sudah tetapkan zona integritas," katanya.

Mawardi menjelaskan, zona integritas itu berarti berapa harga beli maka berdasarkan itulah pajak dibayar.

Bupati Mawardi berharap, para camat dan notaris harus mengajari masyarakat untuk tidak berbohong dalam penetapan harga tanah, lebih bagus yang rill saja sehingga negara tidak dirugikan.

Bupati juga berharap di jajarannya akan segera melakukan zona bebas korupsi dengan membuat pakta integritas pada seluruh SKPK atau satuan kerja pemerintah kabupaten Aceh Besar juga para camat dan bisa betul - betul terhindar dari korupsi, harap Mawardi.

Saat ini diakui Mawardi, ada peningkatan pendapatan daerah (PAD) Aceh Besar yang bersumber dari pajak tanah tahun 2019 sangat signifikan mencapai Rp3 miliar.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...