Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Barat: Saya Prihatin akibat Penyekatan di Jalan Meulaboh-Banda Aceh

Bupati Aceh Barat: Saya Prihatin akibat Penyekatan di Jalan Meulaboh-Banda Aceh
Bupati Ramli Saat menjumpai awak angkutan di terminal Meulaboh. Foto: AJNN/Darmansyah Muda.

ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Ramli MS, mengaku prihatin atas kondisi yang dialami oleh awak angkutan penumpang Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) atas larangan mudik dan penyekatan jalan lintas Nasional Meulaboh-Banda Aceh yang terjadi di perbatasan Kabupaten Jaya tepatnya di Kecamatan Teunom, dan LAmno.

Rasa prihatin ini disampaikan oleh Bupati Ramli MS saat memantau langsung kondisi terminal Bus Meulaboh, yang berada di Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada Jumat, (7/5).

Dalam kesempatan itu, Ramli mengaku tidak dapat mengambil tindakan apapun sebab larangan mudik tersebut diberlakukan secara nasional oleh Pemerintah Pusat.

"Saya prihatin dengan apa yang dialami oleh saudara-saudara saat ini. Memang kebijakan ini saya akui memberatkan tapi, ini dilakukan bukan hanya kita namun nasional demi menjaga keselamatan bersama," kata Ramli MS.

Kata Ramli, sebenarnya ia ingin agar untuk angkutan antar kabupaten kota di Provinsi Aceh diberikan kelonggaran, namun ia juga tidak berani mengambil resiko jika nantinya kasus Covid-19 terus bertambah terutama di Aceh Barat.

Untuk itu ia meminta pada awak penumpang dapat bersabar dengan kondisi larangan mudik yang dilakukan pemerintah.

"Saya harap kita semua bersabar. Larangan mudik ini untuk semua, dan berlaku secara nasional. Saya anak semalam juga di suruh putar balik ke Banda saat mau mudik ke mari," kata dia.

Selain itu ia juga meminta maaf kepada awak bus di terminal kota Meulaboh, lantaran Pemkab setempat tidak bisa memberikan bantuan sementara atas larangan mudik tersebut.

Dia mengatakan, tidak dapatnya Pemerintah Kabupaten setempat membantu sebab larangan mudik tersebut bukan program terencana, sehingga tidak ada anggaran.

"Maaf kita tidak bisa memberikan bantuan karena tidak ada anggaran on call atau anggaran nganggur. Sebab ini kan secara tiba-tiba, dan tidak ada di pos darurat bencana, jadi kami mohon maaf," ungkapnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...