Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Barat Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Ulee Raket

Bupati Aceh Barat Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Ulee Raket
Groundbreaking pembangunan jembatan Ulee Raket

ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Ramli MS, melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking tanda dimulainya pembangunan jembatan pengganti Ulee Raket yang sebelumnya ambruk diterjang banjir pada Oktober 2019 lalu.

Jembatan pengganti Ulee Raket ini diberinama jembatan Sawang Teube – Alue Peudeng, yang berada Kecamatan Kaway XVI.

Bupati Aceh Barat, Ramli MS, berharap pembangunan jembatan tersebut dapat tuntas pada tahun 2021 sehingga mampu membangkitkan kembali gairah ekonomi warga Kecamatan Pantee Ceureumen dan Kway XVI.

Baca: Tahun 2022, Pembangunan Jembatan Ulee Raket Ditargetkan Selesai

Apalagi, kata dia, jembatan tersebut merupakan jalur utama yang tidak hanya menghubungkan antara Kecamatan Kaway XVI dengan Pantee Ceureumen namun juga menjadi akses bagi warga Pantee Ceureumen menuju Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat menjadi lebih dekat.

"Jembatan ini akses bagi banyak desa. Jika pembangunan ini cepat siap, maka beban masyarakat di sana dapat teratasi. Sebab selama ini mereka terus merugi karena jalur utama antar dua kecamatan itu tidak bisa dipergunakan lagi setelah roboh diterjang banjir dan terpaksa menggunakan jalan lain juga jauh,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS, saat meberikan sambutannya.

Kecamatan Pante Ceureumen, kata Ramli, salah satu daerah penghasil sawit sehingga perlu dipercepat pembangunannya agar sarana transportasi baru ini yang dulunya sering dikeluhkan warga cepat teratasi ditambah lagi soal hasil bumi yang sulit dikeluarkan harus kembali normal.

“Tidak dapat kita bayangkan kerugian rakyat tanpa adanya jembatan, maka persoalan itu harus segera kita akhiri dengan membuat jembatan baru. Sayang warga selama ini harus memutar jauh, dan tentu mengeluarkan biaya tinggi,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika jembatan ini tuntas dibangun dalam jangka dua tahun, berarti jalurnya akan terkoneksi ke semua jalan di Aceh Barat. Sebab, jembatan Sawang Teube- Alue Peudeng ini terhubung dengan jalan Ringroad atau jalan lingkar yang mencangkup ke seluruh kecamatan di daerah itu.

“Kalau jalan ringroad selesai maka cangkupannya meluas ke seluruh Aceh Barat, jembatan ini juga termasuk jalan lingkar, jadi program pembangunan jalan ini besar harapan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama di pedalaman. Saya harap jembatan ini sudah dapat dilintasi pada tahun 2021 ini sebagaimana targetnya,” harap Ramli.

Dalam hal ini, ia berharap agar pelaksana serius mengelola proyek sesuai protokol pekerjaan ini agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Aceh Barat, Dr. Kurdi, ST, MT menyampaikan untuk pembangunan jembatan tersebut direncanakan dilakukan dalam tiga tahap dengan pagu keseluruhan sebesar Rp 31,5 miliar.

Dimana tahap pertama, kata dia, dimulai tahun ini dengan anggaran sebesar Rp 12 miliar lebih untuk pembuatan dua abutmen ditambah pilar tengah disertai jalan dengan panjang 40 meter dan lebarnya 10 meter.

“Untuk tahap dua akan kita laksanakan tahun depan, dananya Rp 15 miliar, untuk pemasangan dan pengadaan rangka baja. Insya Allah di tahun 2021 masyarakat sudah bisa melalui jembatan ini,” ujarnya.

Komentar

Loading...