Unduh Aplikasi

Bupati Aceh Barat, Bocah SD Korban Perkosaan Jangan Diberi Sanksi Sosial

MEULABOH- Terkait kasus bocah kelas V Sekolah Dasar (SD) yang melahirkan akibat diperkosa, Bupati Aceh Barat H.Teuku Alaidinsyah minta aparatur Gampong setempat untuk melindungi korban dari sanksi sosial masyarakat. Hal tersebut disampaikan kepada sejumlah wartawan saat menjenguk bocah tersebut, Minggu,(4/10).

Menurut Alaidinsyah LY hanya korban yang usianya belum memasuki usia menikah, apalagi menurutnya tragedi yang menimpa bocah SD tersebut bukan atas dasar suka sama suka sehingga persoalan ini diharapkannya bisa diselesaikan secara bermartabat dengan melindungi bocah tersebut dari sanksi sosial.

"Inikan persoalan kemanusian untuk itu kita berikan perhatian, nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas terkait lainnya untuk menangani korban dengan bayinya," kata Alaidinsyah.

Selain itu, Alaidinsyah berharap kepada pemeritah desa untuk menengahi persoalan ini sehingga LY tidak mendapat respon buruk dari masyarakat, seperti diusir dari desa tempat korban berdomisili saat ini.

Menurutnya hukum adat di desa-desa dapat memperburuk psikologis bagi anak yang dianggap telah berbuat hal yang tidak senonoh, padahal terkadang si anak seperti LY hanya korban kekerasan seksual.

"Untuk itu kita minta pak geuchik bagaimana cara korban dan keluarganya bisa dilindungi agar tidak muncul hal-hal yang tak diinginkan seperti diusir,"ujarnya.

Dalam kesempatan itu,ia juga meminta kepada kepolisian agar dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan pelaku segera ditangkap dan diadili.

Disisi lain, kata Alaidinsyah menyangkut statusnya sebagai siswa sekolah juga akan dicarikan solusinya sehingga ia bisa kembali ke sekolah jika memang nanti LY inginkan untuk kembali bersekolah.

"Pokoknya kita carikan solusinya agar apapun aktivitasnya bisa berjalan sebagaimana masyarakat biasa,"kata Alaidinsyah.

Sementara itu Geuchik Desa setempat Zainuddin, mengatakan ia akan upayakan agar masyarakat masyarakat bisa menerima korban tanpa sanksi sosial terhadap korban dan keluarganya sehingga bisa hidup normal seperti masyarakat lainnya.

Zainuddin mengaku mengetahui musibah yang menimpa LY dari bidan desa setempat yang memberitahukan bahwa LY sudah hamil empat bulan berdasarkan hasil pemeriksaan bidan tersebut.

"Mengeahui persoalan tersebut saya tanyakan ke LY pelakuknya, dan LY menyampaikan kepadanya tentang identitas pelaku yang merupakan warga kita juga,"kata dia.

Namun sayangnya pelaku yang berinisial SA tersebut, menurut Geuchik Zainuddin tidak mau mengakui perbuatnnya bahkan saat itu pelaku sempat berbohong dibawah sumpah.

Menurut Zainuddin, pelaku selama ini merupakan pekerja bengkel, memang sudah pernah menikah dan memiliki dua orang anak namun telah bercerai.

Ia mengaku, meski ia sudah mengetahui peristiwa tersebut ia tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, karena saat itu ia ingin kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kita tidak lapor karena saat itu kita ingin selesaikan secara adat,yang lapor kepolisi langsung keluarganya,"tutupnya.

DARMANSYAH

Komentar

Loading...