Unduh Aplikasi

Buntut Gagal Tender Rumah Duafa, DPRK akan Panggil ULP Lhokseumawe

Buntut Gagal Tender Rumah Duafa, DPRK akan Panggil ULP Lhokseumawe
Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A. Manaf.

LHOKSEUMAWE - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe akan memanggil Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lhokseumawe terkait prihal gagalnya tender paket pembangunan 11 rumah dhuafa di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Bantuan rumah yang bersumber dari APBK Lhokseumawe 2019 itu dua kali gagal tender dan berimbas bagi kaum duafa yang sebelumnya sudah terverifikasi urung mendapat rumah pada tahun ini.

Baca: Gagal Tender, Dhuafa Penerima Rumah Bantuan Kembali Nestapa

"Saya mengetahui persoalan itu dari media, jika benar dua kali tender gagal. Sangat kita sayangkan, apalagi itu menyangkut kebutuhan kaum duafa," kata Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A. Manaf, Senin (14/10).

Menurut Ismail A. Manaf pihaknya dalam waktu dekat akan segera memanggil pihak ULP Lhokseumawe untuk mempertanyakan terkait hal tersebut. "Kenapa kok bisa sampai dua kali tender gagal, itu tentu menimbulkan tanda tanya," ujarnya.

Ismail yang berasal dari Dapil Muara Satu merasa kecewa terhadap ULP Lhokseumawe. Dia mengaku tidak bisa menerima alasan pihak ULP dimana dua kali tender berakhir gagal lantaran tidak ada peserta lelang yang memenuhi syarat.

"Saya pikir tidak mungkin dua kali tender gagal. Ini sangat kita sayangkan, berarti ULP tidak profesional," katanya.

Di sisi lain Ismail menuturkan tidak singkronnya penjelasan kepala ULP dan Kadis PUPR Lhokseumawe kian menjadi tanda tanya. Kepala ULP menyebutkan dua kali gagal tender, sementara Kadis PUPR mengatakan hannya sekali melakukan tender rumah duafa tersebut.

Komentar

Loading...