Unduh Aplikasi

Bukan Rahasia

Bukan Rahasia
Ilustrasi: MCN.

KERUSAKAN hutan masih menjadi agenda besar yang harus ditangani bersama oleh Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum. Catatan buruk bencana ekologi yang terjadi di Aceh dalam satu tahun terakhir ini harus jadi alarm kerusakan hutan masif di Aceh.

Salah satu penyumbang kerusakan itu adalah aktivitas pembalakan kayu liar. Aktivitas ini bahkan dilakukan di depan mata di waktu-waktu tertentu. Di Aceh Besar, misalnya, setiap hari berpuluh becak pengangkut kayu balok keluar dari hutan menuju Banda Aceh. 

Kayu-kayu ini akan disuplai ke sejumlah panglong di Banda Aceh. Para pengemudi becak sengaja menunggu waktu lewat tengah malam untuk keluar agar banyak mata yang mengawasi. 

Selain pembalakan kayu, kerusakan hutan di Aceh juga disumbang oleh aktivitas penambangan emas secara liar. Tak hanya menebang, para penggali juga tak ragu mematikan alur sungai agar aktivitas mereka tidak terganggu. 

Dalam dua bulan terakhir, Kepolisian Daerah Aceh menggerebek sejumlah tambang emas ilegal di Sungai Mas, Aceh Barat. Mereka mendapati sejumlah barang bukti, termasuk ekskavator. Di lokasi itu, hanya satu orang yang terciduk. 

Muncul desakan agar kepolisian melaporkan ikhwal penggerebekan ini secara gamblang kepada publik. Termasuk mengungkapkan siapa saja yang terlibat dalam kejahatan lingkungan itu. Terutama pemodal dan pemasok bahan bakar minyak untuk alat berat yang beroperasi di penambangan. Dan ini bukan sesuatu yang rahasia. 

Bukan rahasia pula jika banyak aparat dan pejabat yang diduga terlibat dalam melindungi praktik penambangan emas ilegal ini. Keuntungan dari hasil penambangan ilegal ini cukup menyilaukan mata. Bagi pejabat yang “kejar setoran”, kesempatan ini terlalu sulit dilewatkan walau melanggar sederet sumpah jabatan. 

Tidak hanya menggali, awalnya para penambang membabat kayu di areal yang diperkirakan memiliki kandungan emas. Status suatu kawasan, entah itu lindung atau hak guna usaha, bukan masalah. Karena yang dicari dalam kandungan bumi luar biasa besar. 

Melibatkan partisipasi publik untuk mengawasi perkembangan kasus ini. Perhatian publik, atau pengawasan dan desakan, akan membantu kepolisian bekerja lebih fokus. 

Dukungan dari Pemerintah Aceh, sebagai penjaga tanah Aceh, harus pula ditunjukkan dengan mengefektifkan peran penyidik dan pengawas tambang untuk mencari dan menyeret para perusak hutan. Kasihan mereka jika hanya duduk di kantor. 

Komentar

Loading...