Unduh Aplikasi

Bukan karena Ijazah

Bukan karena Ijazah
Ilustrasi: city school

HARI ini ujian nasional untuk pelajar tingkat atas digelar. Dinas Pendidikan Aceh mencatat, terdapat 57.947 siswa Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah, tersebar di 758 sekolah, mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ya, berbasis komputer. Peserta ujian tak lagi menggunakan kertas sebagai media untuk menuliskan jawaban. Karena itu, keberhasilan ujian ini tidak hanya tergantung pada kemampuan siswa menjawab soal-soal yang disodorkan di layar komputer di hadapan mereka.

Keberhasilan ujian ini juga bergantung pada arus listrik dari tiang Perusahaan Listrik Negara yang memasok tenaga ke komputer, dus, jaringan internet yang disediakan oleh Telekomunikasi Indonesia.

Namun hendaknya para siswa tidak perlu takut. Selain sekolah-sekolah di Aceh diklaim telah siap untuk menjalani tes model mutakhir ini, para pelajar juga telah menjalani sejumlah bimbingan untuk mengetahui cara menggunakan komputer dan menjawab soal dalam beberapa bulan terakhir.

Jadi, tak soal apakah murid-murid memahami pelajaran yang diajarkan dalam setahun atau sekadar mampu menghafal selama bimbingan tes berlangsung.

Tentu kami, orang-orang yang telah lebih dulu mengalaminya, berdoa agar kalian mampu menjalani tes ini dengan baik. Kalian juga didoakan mampu mendapatkan hasil maksimal sehingga perjalanan melanjutkan pendidikan menjadi lebih mudah.

Andaikan pun kalian tak lulus, tak masalah. Jangan serius kali. Ada ujian susulan meski gengsinya tak sementereng UNBK (ujian nasional berbasis komputer). Karena ini hanya satu pintu dari pintu lain yang harus kalian lewati dalam menggapai masa depan yang lebih baik. 

Para pejabat daerah dan pejabat pendidikan, terutama guru dan kepala sekolah, juga tak perlu menakut-nakuti siswa mereka dengan mematok kelulusan 100 persen. Tak perlu juga merasa gagal atau malu karena ada anak didik yang tak lulus sehingga dianggap gagal dalam menyelenggarakan pendidikan.

Ujian nasional terbukti tak dapat dijadikan alat ukur keberhasilan pendidikan. Ujian ini juga tak bisa dijadikan dasar pemetaan atau mengukur keberhasilan untuk menempuh pendidikan lanjutan di perguruan tinggi.

Ini juga bukan tentang keberhasilan pejabat atau guru-guru yang sering kali dipolitisir. Ini tentang mereka; mengajarkan mereka untuk memahami sebuah pesan, bukan sekadar patuh. Karena keberhasilan tak ditentukan selembar ijazah.

Komentar

Loading...