Unduh Aplikasi

Bukan di Perbatasan, Posko Penanggulangan Covid-19 di Aceh Tamiang Dinilai Tak Efektif

Bukan di Perbatasan, Posko Penanggulangan Covid-19 di Aceh Tamiang Dinilai Tak Efektif
Posko terpadu penanggulangan penyebaran Covid-19 yang dibangun di terminal Kualasimpang. Foto: Ist

ACEH TAMIANG - Posko terpadu penanggulangan penyebaran Covid-19 yang dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang dinilai tidak efektif. Pasalnya posko tersebut didirikan di pusat perkotaan yaitu di terminal Kuala Simpang, bukan di perbatasan Aceh-Medan, Sumatera Utara.

Akibatnya, banyak masyarakat dari empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yaitu Kecamatan Kejuruan Muda, Tenggulun, Tamiang Hulu dan Kecamatan Bandar Pusaka "luput" dari pemeriksaan suhu tubuh jika mereka datang dari Medan yang merupakan daerah zona merah virus corona.

Seperti diketahui jarak terminal Kuala Simpang dengan perbatasan Aceh-Sumut mencapai sekitar 15 kilometer. Artinya banyak desa yang harus dilewati jika dari Kuala Simpang ke perbatasan.

"Saya beserta sebagian kecil warga Tamiang Hulu sudah lama mencemaskan hal ini," kata salah seorang warga Tamiang Hulu, Jaiz Enda, mengomentari posko dibangun di terminal Kuala Simpang bukan di perbatasan, Sabtu (25/4).

"Seharusnya posko itu letaknya diperbatasan Aceh, bukan di Kuala Simpang, kemudian tim pemeriksaan harus siaga penuh 24 jam melakukan pemeriksaan, tim yang berkerja pakai shift agar dapat melakukan pemeriksaan siang malam sehingga tidak ada yang lolos dari pemeriksaan suhu tubuh," timpal Muhammad Jafar.

Senada juga disampaikan oleh Junaidi Putra, menurutnya, banyak warga Aceh Tamiang bertanya-tanya kenapa posko pemeriksaan Covid-19 dibangun di terminal Kualasimpang.

"Padahal semua orang tahu bahwa perbatasan Aceh-Sumut di Langkat Tamiang," ungkap Junaidi.

Warga meminta kepada pemerintah setempat agar meninjau ulang pembangunan posko penanggulangan Covid-19 tersebut.

Komentar

Loading...