Unduh Aplikasi

Budidaya Jamur, Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

Budidaya Jamur, Peluang Bisnis di Tengah Pandemi
Budidaya Jamur di Samudera, Aceh Utara.Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA – Budidaya jamur menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) melanda di seluruh dunia, terkhusus Provinsi Aceh.

Selain menghasilkan dan bisa dipanenkan dalam jangka waktu yang tidak lama, harganya juga lumayan fantastis.

Amatan AJNN di Gampong Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Komandan Ramil Kapten Inf Mulyanto memutuskan untuk membudidaya jamur merang di tengah pandemi Covid-19.

Sejak budidaya itu dilakukan, sejumlah tenaga kerja dari warga lingkungan berhasil di tampung. Dari sebelumnya menganggur jadi memiliki pekerjaan di tengah morat maritnya ekonomi.

Pekerja yang ditampung dari kalangan anak yatim dan warga miskin yang ada di lokasi desa tersebut.

Komandan Kodim, 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kristianto mengatakan, pihaknya sengaja memancing masyarakat dengan harapan dapat memberi motivasi kepada daerah lain dan desa lain di Samudera dan Aceh Utara umumnya.

“Pekerja dilibatkan orang kampung dan anak yatim, semua dari masyarakat,” kata Dandim, didampingi Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto kepada AJNN dan sejumlah awak media lainnya, Senin (9/11).

Komandan Ramil Kapten Inf Mulyanto, mengatakan, jamur tersebut banyak mengandung vitamin dan kalsium, dengan kandungan itu bisa mencegah penyakit jantung dan kanker. Selanjutnya, tujuan untuk memotivasi generasi muda khususnya keuchik, kegiatan ini sangat positif untuk ditiru.

“Bahan baku sangat mudah diperoleh, diambil dari pabrik sawit, kemudian kita olah. Untuk pemasaran dibawa langsung ke pasar modern dan menjual secara online,” ujarnya.

Sambungnya, sekali panen bisa mencapai sepuluh kilogram, sementara dua hari lalu mencapai 20 kg. Jamur bisa dipanen sehari sekali, selama 20 hari ke depan.

“Tahap pembibitan hanya butuh waktu 10 hari. Harganya satu kilogram Rp 40 ribu,” tuturnya.

Pantangannya, lokasi pembudidayaan harus steril, kalau orang masuk harus dibatasi, orang yang memakai wewangian juga tidak boleh masuk, karena akan terkontaminasi bau jamur.

Komentar

Loading...