Unduh Aplikasi

BRI Diminta Tak Paksa Nasabah Konversi ke Syariah

BRI Diminta Tak Paksa Nasabah Konversi ke Syariah
Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, meminta kepada Bank BRI untuk tidak memaksakan dan mengarahkan nasabah di Aceh agar rekeningnya dialihkan ke BRI Syariah. 

Ia menyampaikan agar perbankan konvensional tetap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Aceh dan membiarkan masyarakat Aceh memilih sendiri Bank mana yang akan dipakai untuk keperluannya masing masing, hal ini dikatakan karena banyaknya masyarakah Aceh  khususnya nasabah BRI yang mengeluhkan proses dikonversi rekeningnya ke BRI Syariah.

"Kami kerap menerima keluhan dari masyarakat Aceh khususnya nasabah BRI bahwa mereka keberatan rekeningnya di konversikan ke Syariah, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa ketika BRI mengarahkan harus konversi atau rekeningnya ditutup atau dipindahkan ke provinsi lain dan akhirnya mengikuti apa yang diarahkan oleh BRI," kata Safaruddin, Kamis (17/12).

Namun, kata Safar, ketika menjadi nasabah BRI Syariah mereka mengalami banyak kendala, seperti kesulitan dalam penarikan uang tunai di ATM, transaksi transfer bermasalah seperti uangnya sudah dikirim, tapi tidak masuk di rekening penerima, kartu ATM tidak bisa digunakan, biaya pemotongan transfer, bahkan pemotongan biaya transfer antar Bank yang seharusnya tidak perlu ada.

"Belum lagi ada yang keberatan kreditnya dari akad konvensional tiba-tiba dialihakan ke Syariah," terang Safar.

Ia meminta Direksi BRI untuk melakukan kajian terhadap rencana bisnisnya di Aceh, saat ini kebutuhan masyarakat Aceh terhadap BRI masih sangat tinggi karena jangkauan layanannya sampai pada lapisan sang paling kecil, tidak benar jika dikatakan bahwa tidak ada prospek bisnis BRI di Aceh.

"Karena sampai saat ini masih sangat banyak masyarakat Aceh yang sudah mulai paham tentang proses konversi ini memilih tetap bertahan di BRI, tetapi kemudian timbul permasalahan layanan BRI mulai ada gangguan terkadang," kata Safar.

Bahkan, cerita Safar, pernah satu hari semua ATM BRI tidak bisa digunakan di ATM BRI Syariah dan begitu pun sebaliknya, malah diarahkan untuk melaporkan ke kantor BRI terdekat, maka tidak heran kalau sekarang sering terjadi penumpukan antrian nasabah di kantor BRI untuk mengurus kendala-kendala yang dihadapi nasabah. 

"Kami meminta agar BRI tetap menjaga layanannya kepada nasabah di Aceh. Kami minta kepada Direksi BRI agar meninjau kembali proyeksi bisnisnya di Aceh, tidak benar kalau BRI akan kehilangan prospek bisnisnya, sampai saat ini masih sangat banyak masyarakat Aceh yang menggunakan fasilitas BRI," ujarnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...