Brazil Gagal Panen, Harga Kopi Gayo Masih Stabil Menjelang Panen Raya

Brazil Gagal Panen, Harga Kopi Gayo Masih Stabil Menjelang Panen Raya
Maharadi yang sedang menjemur kopi Gayo. Foto: Istimewa

ACEH TENGAH - Kondisi harga kopi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah menjelang panen raya yang diperkirakan dimulai sejak bulan ini mengalami peningkatan dari harga-harga sebelumnya, selasa (12/10/2021).

Diketahui harga gelondong buah kopi per bambunya berkisar sejumlah Rp 11.000 hingga Rp 13.000. Dan harga per kaleng padi sejumlah Rp 110.000 hingga Rp 130.000.

Perihal harga tersebut disampaikan oleh Maharadi selaku petani sekaligus pemroses kopi Gayo muda di Aceh Tengah.

Maharadi menuturkan bahwa kondisi baiknya harga kopi tersebut harus disyukuri. Ia juga berujar bahwa kondisi tersebut terjadi karena faktor gagalnya kopi-kopi di Brazil gagal panen tahun ini dan faktor perkiraan volume panen raya di tahun ini agak berkurang.

"Berdasarkan informasi yang kita dapatkan, kopi di Brazil gagal panen dan volume panen kopi Gayo di tahun ini diperkirakan lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Hukum pasar berlaku disini, permintaannya banyak dan barang bakunya sedikit, maka harga akan naik," ujar Maharadi.

Maharadi kemudian menyampaikan bahwa sebenarnya kondisi seperti ini adalah kondisi normal, sebab hukum pasar adanya permintaan dan penawaran berlaku sebagaimana mestinya.

"Yang patut kita lakukan seharusnya pemerintah, petani dan berbagai pihak bisa bersinergi untuk tetap menjaga dan memastikan harga kopi dalam kondisi apapun bisa stabil seperti ini," ungkap Maharadi.

Maharadi kemudian berharap beberapa pihak tidak boleh larut dalam kondisi seperti ini, karena menurut Maharadi kondisi harga kopi seperti ini bisa saja hanya bertahan sebentar.

"Sudah saatnya petani memoderenisasi model pengolahan kopinya. Pemerintah juga harus jeli melihat kondisi seperti ini, sebab beberapa perkebunan milik warga belum mencapai puncak panennya. Pemerintah harus mencari akal agar bagaimana produksi panen bisa meningkat sebaik mungkin," ujar Maharadi.

Maharadi juga meminta pemerintah dalam membantu petani tidak hanya memberi bibit melulu, Maharadi berharap pemerintah juga harus gencar melakukan pelatihan atau menyediakan bantuan jasa seperti pemangkasan pohon kopi dan lain-lain agar produksi kebun kopi masyarakat Gayo bisa maksimal kedepannya.

"Melalui pemangkasan yang baik biasanya bisa menghasilkan produksi kopi yang maksimal. Pemerintah harus jeli dalam hal ini, sebab masih banyak petani yang belum mendapat pengetahuan tentang pemangkasan kopi dengan baik," tutup Maharadi.

Editor:

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini