Unduh Aplikasi

BPSPL: Paus Yang Terdampar di Pantai Peukan Bada Jenis Baleen

BPSPL: Paus Yang Terdampar di Pantai Peukan Bada Jenis Baleen
Bangkai ikan Paus Balin (Baleen Whale) di pantai Gampong Lambaro Neujid, Peukan Bada Aceh Besar. Foto: untuk AJNN.

ACEH BESAR - Tim dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) - Padang, Sumatera Barat mengatakan bahwa hasil penelusuran dan data awal di lapangan, Bangkai ikan yang ditemukan terdampar di Pantai Lambaro Neujid, Peukan Bada, Aceh  Besar, merupakan Ikan Paus jenis Balin (Baleen Whale).

Kris Handoko dari BPSPL kepada AJNN, Senin  (4/1/2021) menjelaskan bahwa Paus Balin atau Baleen whale adalah jenis mamalia laut besar yang tidak punya gigi. Tapi untuk memastikan jenis sebenarnya, perlu dilakukan perlu uji laboratorium khusus, untuk tes DNA dan jenis lainnya.

"Namun hal tersebut tidak dapat dilakukan lagi karena bangkainya sudah rusak atau membusuk," ujar Kris Handoko Senin (4/1/2021) di lokasi penemuan bangkai Paus.

Baca: Bangkai Ikan Paus Ditemukan di Pantai Lambaro Peukan Bada

Untuk sementara menurut Kris, bangkai Paus tersebut ditanam dalam pasir di lokasi penemuan bangkai. Nanti, kata Kris, jika memungkinkan setelah 2-3 bulan kedepan akan digali kembali untuk diteliti lebih lanjut terhadap kerangkanya untuk pengumpulan data yang lebih lengkap tentang bangkai Paus tersebut.

Kedatangan Tim BPSPL Padang ke lokasi penemuan bangkai Paus dilakukan setelah menerima laporan tim Tim Gampong Development Institute (GDI) dan pemberitaan di media AJNN.net. 

Pimpinan BPSPL Padang, Mudatsir langsung memerintahkan stafnya, Kris Handoko untuk turun ke lapangan. Kris Handoko selanjutnya langsung berkordinasi dan turun langsung ke lapangan bersama Direktur GDI, Saifuddin NH. Kris Handoko dan Saifuddin juga menghubungi instasi terkait seperti PSDKP Lampulo, FKH Unsyiah dan lembaga KuALA serta Camat Peukan Bada.

Tim peneliti dan masyarakat sedang menanam bangkai ikan Paus Balin (Baleen Whale) di pantai Gampong Lambaro Neujid, Peukan Bada Aceh Besar. Foto: untuk AJNN.

Pawang Din yang pertama melihat bangkai tersebut mengungkapkan bahwa mamalia laut yang dilindungi ini sudah mati di laut. Dia melihat ikan Paus tersebut diantar oleh kawanannya yang berjumlah sekitar 3-4 ekor kepingir pantai.

"Karena saya pikir ini hanya ikan biasa saja dan tidak tau harus melapor kemana, jadi saya hanya membiarkan saja," ujar Pawang Din.

Sementara itu Camat Peukan Bada, Mustafa mengatakan bahwa kawasan laut Ujung Pancu dan Pulo Aceh saat memasuki musim timur kadang ada muncul ikan Paus.

"Saya ketika mendapat telpon dari Rahhmi Fajri ada Paus terdampar saya langsung ke lokasi untuk bersama-sama menanganinya," ujar Mustafa.

Mustafa juga mengucapkan terima kasih semua pihak yang telah ikut menagani bangkai ikan Paus tersebut.Informasi lain yang diperoleh AJNN dari sejumlah nelayan, ikan Paus yang mati tersebut, diperkirakan terdampar sendiri usai terpisah dari kawanannya.

Sebelumnya, Tim GDI menemukan bangkai yang diduga ikan Paus di pantai Gampong Lambaro Neujid, Peukan Bada Aceh Besar. Penemuan bangkai ikan berukuran besar tersebut juga berdekatan dengan lokasi pulau Tuan Dipulo atau tidak jauh dari pantai Ujong Pancu. Mamalia laut seperti ikan Paus atau sejenis lumba - lumba tersebut berukuran panjang 7 meter dan lebar 2 meter. 

"Bangkai ikan ini kami prediksi sudah ada di sini kurang lebih 20 hari, karena sudah busuk dan baunya sangat menyengat," ujar Direktur GDI Aceh, Saifuddin NH kepada AJNN, Kamis (31/12/2020).

Komentar

Loading...