Unduh Aplikasi

BPS: Nilai Tukar Petani Aceh Menurun

BPS: Nilai Tukar Petani Aceh Menurun
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) perwakilan Aceh merilis bahwa nilai tukar petani (NTP) sebesar 93,88 atau mengalami penurunan indeks sebesar 1,03 persen. Faktanya indeks yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 0,38 persen, akan tetapi kenaikan indeks yang dibayar petani ternyata meningkat sebesar 1,42 persen.

"Terjadi penurunan NTP disemua subsektor. Penurunan paling tajam terjadi pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura dengan angka di atas 1 persen. Sedangkan ketiga subsektor lainnya turun dengan angka dibawah 1 persen," kata Wahyudi, Selasa (2/1).

Sementara, kata Wahyudi, indeks harga yang diterima petani (It) pada Desember 2017 meningkat sebesar 0,38 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan It ditopang oleh kenaikan tiga subsektor di dalamnya, yaitu tanaman perkebunan rakyat (TPR) sebesar 1,06 persen, perikanan sebesar 0,97 persen dan peternakan sebesar 0,67 persen. Sedangkan penurunan It terjadi pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura masing-masing sebesar 0,2 dan 0,14 persen. Hal ini disebabkan terjadinya musibah banjir disebagian wilayah pesisir utara, dan menurunnya kualitas gabah di Aceh Timur sehingga harga jual gabah dan palawija disana merosot.

Baca: Belum Setahun, Pemerintah Irwandi-Nova Sudah Didemo

"Indeks harga yang dibayar petani (Ib) di Provinsi Aceh meningkat tajam sebesar 1,42 persen dibanding periode sebelumnya. Peningkatan Ib tersebut terjadi pada seluruh subsektor. Kenaikan tertinggi pada subsektor tanaman Pangan sebesar 1,68 persen. Diikuti oleh kenaikan Ib disektor perikanan, hortikultura, TPR dan perikanan dengan nilai 1,17 hingga 1,52 persen. Kenaikan harga menjelang natal dan tahun baru memang lumrah terjadi, hal ini makin diperparah dengan tingginya curah hujan beberapa waktu lalu dan masuknya bulan maulid," jelasnya.

Dalam Provinsi Aceh selama Desember 2017, terjadi inflasi di perdesaan sebesar 1,73 persen. Inflasi perdesaan Desember 2017 ini meningkat drastis dibanding periode sebelumnya. Kelompok yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah bahan makanan sebesar 3 persen.

"Dibanding bulan sebelumnya, selama Desember 2017, ditingkat petani terjadi penurunan rata-rata harga gabah kualitas GKP sebesar 0,77 persen. Sejalan dengan itu, harga gabah GKP ditingkat penggilingan juga menurun sebesar 1,24 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani selama Desember 2017 turun sebesar 36,95 rupiah menjadi Rp 4.658,75 per kg. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat penggilingan berkurang sebesar Rp. 59,67 per kg menjadi Rp 4.737,75 per kg," ungkapnya.

Komentar

Loading...