Unduh Aplikasi

BPS: Nilai Ekspor dan Impor Aceh Alami Penurunan

BPS: Nilai Ekspor dan Impor Aceh Alami Penurunan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Aktifitas ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Agustus 2019, mengalamin penurunan jika dibandingkan dengan Juli 2019. Bulan Juli lalu nilai ekspor Aceh mencapai 26,6 juta USD, sedangkan pada Agustus nilainya hanya 25,8 juta USD atau menurun sebesar 3,18 persen.

Hal ini sebagaimana hasil pencatatan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. Selain itu, BPS mencatat pada Agustus 2019, nilai impor Provinsi Aceh sebesar 841 ribu USD, nilai ini mengalami penurunan sebesar 98,88 persen bila dibandingkan Juli 2019.

"Namun, neraca perdagangan Provinsi Aceh, Agustus 2019 mengalami Surplus sebesar 25 juta USD. Persentase perubahan neraca perdagangan secara year on year (Y o Y) mengalami kenaikan sebesar 48,18 persen," kata Kepala BPS Provinsi Aceh, Wahyuddin, melalui rilis resmi yang diterima AJNN.

Kata Wahyuddin, Provinsi Aceh tidak melakukan ekspor komoditi Migas pada Agustus 2019, hanya melakukan ekspor nonmigas.Ekspor komoditi non migas asal Provinsi Aceh pada Agustus 2019, mengalami penurunan sebesar 3,18 persen dibandingkan bulan Juli 2019 dengan total nilai ekspor sebesar 25,8 juta USD.

Kelompok komoditi non migas terbesar yang diekspor pada bulan Agustus 2019 dari kelompok komoditi Kopi, Teh, Rempah-rempah yaitu sebesar 10,3 juta USD dengan komoditi utamanya adalah Coffee Arabica WIB or Robusta OIB, not roasted, not decaffeinated, diikuti oleh kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral (berupa batu bara) sebesar 10,2 juta USD.

Ekspor komoditi non migas terbesar asal Provinsi Aceh selama Agustus 2019, ditujukan ke negara India dengan nilai ekspor sebesar 8,9 juta USD dengan komoditas utama berupa Coal, whether or not pulverised, but not agglomerated, other coal (Batubara yang dilumasi maupun tidak tapi tidak diaglomerasi, batubara lainnya).

Negara tujuan ekspor terbesar kedua adalah Amerika Serikat sebesar 5,8 juta USD dengan komoditi utama berupa Coffee Arabica WIB or Robusta OIB, not roasted, not decaffeinated (Kopi Arabica WIB atau Robusta OIB, tidak dipanggang, tidak dihilangkan kafeinnya).

Komoditi-komoditi ekspor asal Provinsi Aceh tersebut sebagian besar masih diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, seperti melalui Provinsi Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. Persentase total nilai ekspor komoditi asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui provinsi itu nilainya sebesar 60,43 persen terhadap total ekspor komoditi asal Provinsi Aceh yang sebesar 25,8 juta USD.

"Nilai ekspor melalui pelabuhan di Aceh sebesar 10,2 juta USD. Kemudian melalui pelabuhan Belawan senilai 15,6 juta USD dan melalui Jakarta besaran nilai ekspornya 2,2 ribu USD," kata Wahyuddin.

Sementara itu, sebutnya, selama Agustus 2019 nilai impor komoditi non migas paling besar adalah kelompok komoditi Benda-benda dari Batu, Gips, dan Semen dengan nilai impor sebesar 831 juta USD atau sebesar 98,79 persen dari total impor non migas, dengan jenis komoditi utamanya adalah Komponen struktural prefabrikasi untuk bangunan atau teknik sipil.

"Impor komoditi non migas terbesar berasal dari Negeri Tiongkok, dengan nilai impornya sebesar 832 ribu USD," tutupnya.

Komentar

Loading...