BPS: Dampak Covid-19, Pengangguran di Aceh Singkil Bertambah 1.600 Jiwa

BPS: Dampak Covid-19, Pengangguran di Aceh Singkil Bertambah 1.600 Jiwa
Ilustrasi pengangguran. Foto: Radar Bromo.

ACEH SINGKIL - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Aceh Singkil bertambah sebanyak 1.600 jiwa atau sebesar 8,36 persen.

Kepala BPS Kabupaten Aceh Singkil, Yuniarto kepada AJNN Jum'at (5/11/2021) menyebutkan bahwa meningkatnya jumlah pengangguran tersebut diakibatkan dampak pandemi Covid-19 yang telah melanda tanah air, khususnya wilayah Aceh Singkil sejak tahun 2020 - 2021.

Yuniarto mengatakan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan Agustus lalu dan di rilis bulan November tahun ini, diantara 23 kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Singkil tercatat masuk 3 besar tingkat pengangguran dengan jumlah sebesar 8,36 persen.

"Hasil itu didapatkan berdasarkan 452  sampel responden yang dilakukan secara acak (random) di Kabupaten Aceh Singkil kecuali Kecamatan Pulau Banyak Barat," ujar Yuniarto.

Menurut Yuniarto, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tersebut dihasilkan dari perhitungan orang yang tidak bekerja tapi berusaha mencari kerja, lalu ada juga orang yang tidak bekerja tapi sedang mempersiapkan usahanya. Kemudian pembaginya adalah angkatan kerja yakni penduduk yang masuk dalam usianya 15-60 tahun.

Hasil TPT itu bisa dikatakan meningkat dibanding tahun 2020 lalu. Yuniarto mencontohkan, dari 126.514 jiwa populasi di Aceh Singkil sebanyak 1.600 pengangguran bertambah pada tahun 2021 ini.

"Artinya ada kenaikan, dulu tahun 2020 hanya 8, 24 persen. Ya kalau dari penjelasan, ya Covid 19 itu tetap ada pengaruh," imbuhnya.

Sementara Koordinator Fungsi Statistik (KFS) Sosial, Andi menyebutkan kendala yang dihadapi dilapangan saat mewawancarai responden yaitu, petugas sering dimarahi bahkan diusir responden. Padahal menurutnya data sangat berguna untuk mengambil keputusan ataupun perencanaan Aceh Singkil kedepannya.

"Pertama itu banyak yang menolak, itu saja untuk pendataan 452 itu banyak yang menolak. jadikan kita tidak direspon gitu ya. kita sudah laporkan hal tersebut kepada Camat, bahkan Bupati. Kitakan harus kita surati setiap kegiatan itu," ujarnya.

Tapi untuk tindak lanjutnya kan tergantung sama Pemerintah Daerah. Jadi kita melaporkan saja, ini loh yang menolak. Banyak juga PNS yang menolak untuk di data. Itulah kesusahan kita dilapangan,"sebutnya.

Untuk diketahui, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten/Kota Provinsi Aceh, TPT tertinggi tercatat di Kota Lhokseumawe sebesar 11.16 persen dan TPT terendah tercatat di Kabupaten Bener Meriah sebesar 1.24 persen. 

Baca Selanjutnya...
Halaman 12

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini