Unduh Aplikasi

BPMA Optimis Perencanaan Hulu Migas Aceh Capai 1 Juta BOPD

BPMA Optimis Perencanaan Hulu Migas Aceh Capai 1 Juta BOPD
Penandatanganan nota kesepahaman antara BPMA dan SKK Migas. Foto: For AJNN

JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Teuku Mohamad Faisal optimis perencanaan hulu migas di Aceh mampu mendukung visi bersama nasional 1 juta Barrels of per day (BOPD) di tahun 2030, Rabu (12/2). 

Dalam menjalankan hal tersebut, dia menyebutkan bahwa pembangunan hulu migas di Aceh membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Agar kapasitas sumber daya manusia di BPMA menjadi semakin professional, sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang semakin baik dan menarik investor lebih banyak lagi untuk mengelola potensi Migas di Aceh," kata Faisal dalam rilis yang diterima AJNN, Kamis (13/2).

Baca: Akademisi: BPMA Mesti Diurus SDM 'Melek' Industri Migas

Dalam mewujudkan hal tersebut, BPMA telah melakukan kerja sama dengan SKK Migas lewat penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Dukungan Kegiatan Usaha Hulu Migas. 

Faisal turut menyebutkan bahwa nantinya kerja sama yang akan dijalin salah satunya terkait pertukaran data dan informasi guna meningkatkan kinerja hulu migas secara nasional. Perencanaan hulu Migas di Aceh sebagai bagian perencanaan nasional untuk mendukung visi bersama 1 juta BOPD di tahun 2030.

"Sebagai sektor industri yang memiliki karakteristik high risk dan high capital, maka penting untuk memunculkan persepsi awal bahwa investasi hulu migas dimana pun di wilayah Indonesia adalah mudah," ujarnya.

Baca: BPMA Benarkan PT Medco Berhenti Produksi

Hal ini agar tidak muncul persepsi negatif khususnya terkait izin dan pembebasan lahan. Untuk itu, komitmen untuk mendukung investasi harus menjadi prioritas. Maka, BPMA dan SKK Migas harus aktif membantu investor terkait hal-hal tersebut.

Selain itu, lewat kerjasama tersebut SKK Migas akan mendukung pengembangan sumber daya manusia di BPMA sebagai bagian dari cita-cita mencapai 1 juta barrel di tahun 2030. Serta, pemanfaatan Integrated Operation Center yang dimiliki SKK Migas untuk dapat membantu pengembangan hulu migas di Aceh agar dapat meningkatkan kontribusinya pada capaian hulu migas secara nasional.

Kerjasama BPMA dan SKK Migas adalah bagian dari sinergi untuk merealisasikan target hulu Migas secara nasional. Bahwa apa yang dilakukan oleh BPMA sesuai kewenangannya, bagi investor luar negeri akan dipandang sebagai situasi Investasi Indonesia. Melalui kerjasama ini, tentu saja BPMA dan SKK Migas telah memiliki komitmen yang sama untuk membangun sinergi dan iklim investasi yang baik.

Baca: Beda Nasib Antara BPKS dan BPMA

Sebelumnya, BPMA dan SKK Migas melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama dukungan kegiatan usaha hulu migas, Senin (10/2) di Café GGR Wisma Mulia Jakarta.

Hal itu akan mendukung upaya meningkatkan investasi hulu migas dengan sinergi kedua lembaga sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang masing-masing.  Dalam konteks hulu migas nasional, maka kedua institusi memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun iklim investasi untuk mendorong peningkatan produksi migas agar target migas secara nasional dapat dicapai. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal, jajaran petinggi BPMA serta SKK Migas.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...