Unduh Aplikasi

BPM Nagan Raya: Tidak Ada Pemotongan Dana Desa

BPM Nagan Raya: Tidak Ada Pemotongan Dana Desa
Ilustrasi. Foto: Net

NAGAN RAYA - Sekretaris Badan Perberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Nagan Raya Nilakasma mengaku tidak menemukan adanya pemotongan dana desa seperti laporan beberap keuchik (kepada desa) ke Polda Aceh, Rabu (28/12) kemarin. Pasalnya dana desa yang masuk langsung ditarik oleh pihak gampong atau bendahara gampong.

“Setiap penandatanganan rekomendasi yang saya lakukan selalu saya tegaskan, dan saya tanyakan apa ada dipotong atau diminta di tempat lain,” kata Nila kepada AJNN, Kamis (29/12)

Selain itu, Nila mengaku sudah menghubungi seluruh gampong untuk menanyakan perihal pemotongan dana desa tersebut. Bahkan tidak ada satu pun yang mengaku ada dana desa dipotong.

"Saya juga menyarankan kalau memang ada pemotongan langsung melaporkan ke bupati dan BPM-KB supaya dapat di tindaklanjuti," ujarnya.

Sementara itu, Muhajjir Hasballah, bekas Camat Seunagan yang dikonfirmasi AJNN mengaku selama menjabat sebagai camat tidak pernah melakukan pemotongan. Bahkan dirinya siap bersaksi dan menerima sanksi apabila ada bukti pemotongan dana desa selama dirinya menjabat sebagai Camat Seunagan.

“Tidak pernah saya potong, jika memang ada pasti ada bukti terima, dan jika mereka bisa membuktikan kami siap bersaksi, karena setiap anggaran gampong yang keluar pasti ada bukti terima, silahkan saja dan kami siap,” kata Muhajjir.

Muhajjir yang tercatat menjadi Camat Kecamatan Seunagan sampai dengan 21 November 2016 juga mengatakan, jika memang ada yang memotong selain dari pihaknya itu merupakan di luar tanggung jawabnya selaku camat pada masa itu, serta juga harus dapat dibuktikan dengan bukti terima dana tersebut.

“Jika ada pemotongan itu merupakan kesalahan, dan saya selalu sampaikan bahwa gunakan dana desa tepat sasaran, jika ada pihak yang memotong bisa dilaporkan dengan bukti yang sah,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah keuchik (kepada desa) dari Kabupaten Nagan Raya melaporkan camat atas dugaan pemungutan dana desa ke Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Rabu (28/12).

Laporan tersebut disampaikan oleh empat orang keuchik diantaranya Keuchik Gampong Blang Murong, Assa'at, Gampong Kuta Sayeh, dan M Abbas dari Kecamatan Seunagan, Gampong Bumi Sari Kecamatan Beutong, Abukhari M, Kechik Gampong Pulo, Kecamatan Kula Pesisir, Ruslan Saputra.

Baca: Dana Desa Dipotong, Keuchik di Nagan Raya Laporkan Camat ke Polda

Para keuchik ini ketika membuat laporan juga didampingi oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh.

Komentar

Loading...