Unduh Aplikasi

BPKS Siap Hadapi Gugatan PT Araz Mulia Mandiri di PTUN

BPKS Siap Hadapi Gugatan PT Araz Mulia Mandiri di PTUN
Daftar gugatan PT Araz Mulia Mandiri di website PTUN Banda Aceh. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) siap menghadapi PT Araz Mulia Mandiri di Pengadilan Negeri Tata Usaha (PTUN) Kota Banda Aceh.  Dalam lama website PTUN, PT Araz Mulia Mandiri mendaftarkan gugatannya Selasa (3/10) dengan nomor perkara 23/G/2017/PTUN.BNA.

Gugatan itu dilayangkan setelah BPKS mengeluarkan surat keputusan (SK) Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/Pengguna Anggaran (PA) BPKS bernomor 25/BPKS-KPA/2017, tentang sanksi pencantuman dalam daftar hitam PT Araz Mulia Mandiri. SK itu diteken oleh KPA/PA BPKS Fajri.

KPA/PA BPKS Fajri mengatakan pihaknya siap menghadapi gugatan yang dilayangkan oleh PT Araz Mulia Mandiri ke PTUN. Menurutnya pemberian sanksi itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) sudah mencantumkan perusahaan itu dalam daftar hitam website resmi mereka.

"Kami sudah menjalankan sesuai aturan yang berlaku. Jadi kami siap menghadapi gugatan perusahaan itu di PTUN," kata Fajri kepada AJNN, Kamis (5/10).

Baca: Lagi, PT Araz Mulia Mandiri Menang Tender Pembangunan Jalan Babah Rot

Pemberian sanksi itu, kata Fajri, karena perusahaan tersebut dinilai tidak mengerjakan proyek pembangunan Tugu KM 0 (lanjutan), sampai dengan selesai. Bahkan pihaknya sudah memberikan waktu lebih kepada perusahaan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

"Anggaran proyek itu sekitar Rp 15 miliar lah, pihak perusahaan pernah minta penambahan waktu sekitar 99 hari, sudah kami berikan, tapi juga tidak selesai," ujarnya.

Tak hanya itu, Fajri mengungkapkan pihaknya kembali memberikan waktu selama 100 hari untuk mengerjakan proyek itu sampai selesai. Namun apa yang disepakati tidak terealisasi dengan baik, sehingga proyek tersebut tidak selesai dikerjakan.

"Yang memutuskan kontrak itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), saya yang mengeluarkan keputusan sanksi daftar hitam," ungkapnya.

Fajri mengatakan pihaknya berencana juga akan menyiapkan pengacara untuk menghadapi sidang gugatan itu. Ia yakin pihaknya akan menang dalam sidang PTUN tersebut. Pasalnya kebijakan yang diambil sudah sesuai dengan aturan dan undang-undang berlaku.

"Kami sudah pernah juga menghadapi gugatan seperti ini, bahkan ada yang sudah sampai ke Pengadilan Negeri (PN), Allhamdulillah kami selalu menang dalam sidang," katanya.

Komentar

Loading...