Unduh Aplikasi

PENGASPALAN JALAN PULO BREUH

BPKS Putuskan Kontrak dengan PT Usaha Sejahtera Manikam

BPKS Putuskan Kontrak dengan PT Usaha Sejahtera Manikam
Ilustrasi. Foto: Net

SABANG - Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang (BPKS) putuskan kontrak pekerjaan proyek jalan PT Utama Sejahtera Manikam.

Pemutusan kontrak tersebut dikarenakan pihak rekanan tidak mampu meyelesaikan pekerjaan pengaspalan jalan senilai Rp 5,9 miliar di kawasan Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

PPK Proyek BPKS wilayah Pulo Aceh Yudi S mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil sikap tegas memutuskan segala kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan PT. Utama Sejahtera Manikam.

Baca: Direktur PT Usaha Sejahtera Manikam Ditetapkan Jadi Tersangka

Karena hingga batas waktu toleransi penawaran untuk Perpanjangan Masa Kerja (PMK) proyek yang dikerjakan pihak rekanan sebelumnya sudah pernah ditawarkan. Dan itu pernah disampaikan pada akhir menjelang tutup anggaran bulan Desember 2018 lalu, meminta komitmen kepada pihak rekanan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Surat pemutusan kontrak

Namun kaya Yudi, hingga batas waktu yang diminta, ternyata pihak rekanan pelaksana lapangan tidak memberi respon atau jawaban pasti.

"Jadi karena itulah, hasil kesepakatan tim, kita tidak mau mengambil risiko, dan akhirnya dilakukan pemutusan kontrak dengan PT Utama Sejahtera Manikam. Hitungan kita progres pekerjaan secara keseluruhan yang dikerjakan pihak rekanan hanya mencapai 56 persen. Jadi, masih banyak lagi sisa pekerjaan yang tidak mampu mereka selesaikan," sebutnya.

Menurutnya, bila dilihat berdasarkan perhitungan kondisi di lapangan, volume sisa yang belum dikerjakan adalah pengaspalan dan pembuatan Dam atau Talud pada bagian sisi kanan-kiri jalan. Akibat dari ini, bukan saja BPKS dirugikan karena berdampak pada serapan anggaran, tapi juga masyarakat Pulo Aceh.

Surat pemutusan kontrak

"Kita harapkan ke depan kejadian ini jangan sampai terjadi lagi. Karena kita sangat sayangkan sikap rekanan seperti ini sangat tidak profesional dalam bekerja.Sebenarnya BPKS sendiri menginginkan semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan sesuai dengan perjanjian kotak kerja, harapannya tidak lain, kalau pencapaian ini selesai maka serapan anggaran juga baik dan dapat tercapai sesuai target," ujarnya.

Yudi mengaku menjadi PPK proyek di wilayah pekerjaan Pulo Aceh menggantikan PPK lama terhitung 26 September 2018.

"Saya rasa ini yang perlu diketahui, sehingga jangan ada salah persepsi kegagalan pencapaian ini penyebabnya karena saya PPK-nya," ujarnya.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...