Unduh Aplikasi

BPKS akan Bangun Jembatan Penghubung Pulau Breueh dan Pulau Nasi

BPKS akan Bangun Jembatan Penghubung Pulau Breueh dan Pulau Nasi
Foto: Ist

ACEH BESAR - Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) berencana akan membangun jembatan penghubung sepanjang 400 meter antara Pulau Nasi dan Pulau Breueh, Pulo Aceh, Aceh Besar.

"DED (detail engenering design)
nya sudah selesai. Proyek ini sudah dibicarakan dengan Bappenas sesuai arahan Pak Plt Gubernur. Kita juga sudah melakukan studi kelayakan (feasibility study). Selanjutnya, ini menjadi pemikiran kita bersama," kata Razuardi, Plt Kepala BPKS Sabang didampingi Agus Salim, Deputy Komersial, di Pulo Aceh, Sabtu 21 September 2019

Meski belum bisa memastikan kapan jembatan itu dirampungkan, Razuardi optimis tahapan-tahapan yang sedang dilakukan BPKS akan berjalan sesuai target.

"Setelah DED tuntas, kita masuk ke tahapan berikut, yaitu Amdal dan seterusnya," jelas Razuardi.

Rencana pembangunan jembatan itu, kata Razuardi,  sudah dikoordinasikan dengan Dewan Kawasan Sabang (DKS), yang terdiri dari Pemerintah Aceh, Wali Kota Sabang, dan Bupati Aceh Besar (pemilik wilayah).

"Kita segera menyiapkan sekitar lima dokumen awal sebagai pendukung, yaitu dokumen feasibility study (FS), master plant, penetapan lokasi, detail engenering design (DED), dan dokumen Amdal, " tegas Razuardi atau biasa disapa Easex.

Sebagai badan yang mengelola kawasan bebas dan pelabuhan bebas Sabang, BPKS sudah membangun sekitar 6 jembatan dan 30 kilometer lebih jalan lingkar di pulau terluar Aceh itu. Selain itu, BPKS juga telah membangun infrastruktur pelabuhan pengolahan ikan di Desa Lampuyang.

Tapi, kata Razuardi, penduduk di gugusan Pulau Aceh seluas sekitar 240 km persegi itu masih dipisahkan oleh selat  selebar sekitar 260 meter. Sehingga akses warga Pulau Nasi ke Pulau Breueh terpaksa dilakukan memutar lewat pelabuhan Ulee Lheue.

"Jika menggunakan boat kecil agak berisiko karena ada pertemuan arus di mulut pelabuhan Pulau Breueh," jelas Razuardi

Menurut Razuardi, pembangunan jembatan penghubung antar dua pulau ini masuk kategori mendesak. Apalagi selama ini banyak hasil bumi dan laut dari dan ke dua pulau itu tidak terkoneksi dengan baik. "Jembatan itu akan memudahkan warga  menjalin silaturrahmi dan membangun ekonominya," kata Razuardi.

Dia melihat Pulau (Pulo) Aceh memiliki potensi ekokomi luar biasa dari sektor perikanan, perkebunan, dan pariwisata. Apalagi pulau berpenduduk sekitar 7000 jiwa ini (Pulau Breueh sekitar 5000 jiwa dan Pulau Nasi sekitar 2000 jiwa) memiliki potensi alam yang indah dan menakjubkan.

Tak cuma itu, kata Razuardi, dari sektor pertambangan, ternyata Pulau Breueh memiliki kandungan bijih besi yang cukup menggiurkan para investor. "Tapi, jika akses transportasi, informasi, dan infrastruktur tidak kita bangun dengan baik, maka potensi-potensi itu akan terbiarkan begitu saja," tegas Razuardi.

Target Razuardi, jika jembatan Pulo Aceh yang memiliki 26 gampang itu terbangun maka  pertumbuhan ekonomi warga akan meningkat. "Jika ekonomi meningkat maka secara otomatis angka kemiskinan akan menurun," katanya.

Razuardi mengilustrasikan jika jembatan tuntas sebelum lima tahun, maka hasil-hasil perikanan dari Pulau Nasi yang luar biasa potensinya akan lebih gampang dipasarkan dan diolah di Pulau Breueh. "Karena di Pulau Breueh kita punya pelabuhan pengolahan perikanan. Biaya akan lebih rendah, pendistribusian antarpulau akan lebih mudah," jelas Razuardi.

Profil Pulau Aceh

Pulau Aceh, atau Pulo Aceh, terdiri dari gugusan dua pulau besar yaitu Pulau Breueh dan Pulau Nasi serta pulau kecil terluar.

Pulau Breueh terletak di sebelah barat laut pulau Sumatera dan di sebelah barat laut pulau Weh, Sabang. Pulau ini berada pada titik koordinat: 5°42′0″LU,95°4′0″BT.

Secara administratif pulau ini masuk dalam wilayah kecamatan Pulau Aceh, Aceh Besar. Sedangkan ibu kota kecamatan Pulau Aceh adalah Desa Lampuyang, Pulau Breueh.

Pulau-pulau lain yang berada di sekitar pulau Breueh antara lain: Pulau Nasi, Pulau Deudap, Pulau Geupon, Pulau Batee, dan Pulau Weh.

Pulau Nasi terletak di sebelah timur laut pulau Sumatera dan di sebelah barat laut Pulau Weh. Pulau ini terletak di tengah-tengah antara ujung barat pulau Sumatera dengan Pulau Breueh dan titik koordinat: 5°37′0″LU,95°7′0″BT.

Secara administratif pulau ini termasuk dalam wilayah kecamatan Pulau Aceh, Aceh Besar.

Pulau Nasi memiliki lima desa, yaitu Lamteng, Deudap, Rabo, Pasi Janeng, dan Alu Reuyeueng. Lamteng merupakan desa dengan penduduk terbanyak. Penduduk pulau Nasi kesemuanya adalah pendatang dari daratan Aceh maupun dari pulau Weh dan pulau lainnya.

Pulau-pulau lain yang berada di sekitar pulau Nasi yaitu pulau Weh, pulau Breueh, pulau Batee, dan pulau Bunta.

Pulau Breueh dan Pulau Nasi bisa tempuh menggunakan boat reguler dengan waktu tempuh 1 sampai 2 jam.

Komentar

Loading...