Unduh Aplikasi

BPKP: Kerugian Negara Pembangunan Jembatan Pangwa Rp 40O Juta Lebih

BPKP: Kerugian Negara Pembangunan Jembatan Pangwa Rp 40O Juta Lebih
Kepala BPKP Aceh Indra Khaira Jaya. Foto: untuk AJNN.

BANDA ACEH - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh sudah selesai melakukan melakukan audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Proyek pembangunan jembatan Pangwa dari dana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) tahun anggaran 2017.

Hasil dari audit tersebut juga sudah disampaikannya oleh pihak BPKP kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya kepada AJNN, Kamis (1/3/2021) di Banda Aceh.

"Audit sudah selesai dan laporannya sudah kami sampaikan kepada Kejari hari ini, 1 April 2021," ungkap Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya.

Dari hasil audit tersebut menurut Indra, ditemukan kerugian keuangan negara yang mencapai Rp 400 juta lebih.

Baca: Penyidik Perpanjang Masa Tahanan Tiga Tersangka Korupsi Jembatan Pangwa

PKKN sendiri menurut Indra adalah audit dengan tujuan tertentu untuk menyatakan pendapat mengenai nilai kerugian keuangan yang timbul dari suatu kasus korupsi.

Sebelumnya Kejari Pidie Jaya pada Selasa (23/2/2021) telah menahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng. 

Kepala Kejari Pidie Jaya, Muhkzan menyebutkan bahwa ketiga tersangka yang ditahan dalam tersebut yakni MAH Direktur PT Zarnita Abadi, AZH sebagai pengendali pengawasan lapangan dan MUR yang merupakan Direktur Trikarya Pratama Consultan.

Lalu setelah ditahan selama 20 hari, Penyidik Kejaksaan Negeri Pidie Jaya memperpanjang masa tahanan tiga tersangka.

Perpanjangan masa penahanan ini dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan berkas penyidikan tersangka MAH, AZH dan MUR sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Perpanjangan masa tahanan sampai 23 April 2021. 

Selanjutnya tim penyidik Kejari Pidie Jaya akan terus menyelesaikan berkas perkaranya sehingga segera sampai tahap penuntutan di Pengadilan.

Penyidik juga masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara atau PKN dari BPKP perwakilan Aceh guna melengkapi pemberkasan tiga tersangka.

Baca: Jaksa Geledah Kantor BPBA Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa Pijay

Sebagai informasi, dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan jembatan Pangwa ini, penyidik telah memeriksa 28 orang saksi termasuk tiga orang mantan kepala pelaksana (Kalaksa) BPBA Aceh. 

Selain itu penyidik juga meminta keterangan dari dua saksi ahli terkait kasus tersebut.

Sebagaimana diketahui diketahui, Pekerjaan jembatan Pangwa Trienggadeng lewat dana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dengan nilai kontrak Rp 11,2 miliar tahun 2017. Dalam menanggani perkara tersebut penyidik telah menyita sejumlah dokumen terkait pekerjaan itu. 

Selain itu penyidik juga menyita satu unit truk molen atau pengaduk semen yang disewa tersangka untuk pengecoran lantai jembatan. 

Menurut penyidik Kejari Pidie Jaya, dalam kasus tersebut, potensi kerugian negara Rp 1 miliar, namun untuk memastikan hal tersebut, pihak Kejari masih menunggu hasil audit dari pihak BPKP Aceh. Selain itu menurut mereka, tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka.

Komentar

Loading...