Unduh Aplikasi

BPKP Aceh: Dana Beasiswa Terindikasi Mengalir ke Anggota Dewan

BPKP Aceh: Dana Beasiswa Terindikasi Mengalir ke Anggota Dewan
Kepala BPKP Aceh Indra Khairan Jaya. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh sepanjang 2020 telah melakukan audit investigasi terhadap sembilan kasus yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi. 

Kepala perwakilan BPKP Aceh, Indra Khairan Jaya menyebutkan audit investigasi yang mencakup sembilan kasus tersebut nilai kerugian negaranya mencapai Rp 17,3 miliar lebih. 

Adapun kasus yang terindikasi korupsi tersebut salah satunya kasus persertifikatan aset PT KAI di Aceh Timur, Dana Desa, Pembangunan jalan serta program air bersih di Simeulue, Pengadaan Sapi Bali Disnak Aceh, Pembangunan Mobar di Nagan Raya. 

"Salah satu audit investigasi penghitungan kerugian keuangan negara atau PKKN yang kita lakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi di Disnak Aceh sumber APBA 2017 dengan potensi kerugian negara Rp 415 juta," kata Indra didampingi koordinator pengawas Investigasi, Ambal Riyanto, saat jumpa pers beberapa hari lalu, Kamis (28/1).

Sementara untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan bantuan pendidikan atau beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017, masih dalam proses penghitungan kerugian negaranya. 

Baca: BPKP Aceh: Kasus Beasiswa dalam Proses Perhitungan Kerugian Negara

"Kasus beasiswa belum selesai, masih proses penghitungan. Bantuan biaya pendidikan ini terdapat indikasi uang mengalir ke anggota dewan," ujarnya.

Dari sembilan kasus yang terindikasi korupsi itu, kata Indra, sebagian perkaranya telah masuk tahap dua dan ada yang sudah sampai ke persidangan.

"Kasus korupsi aset PT KAI Aceh Timur dan kasus pemeliharaan jembatan di Simeulue sudah masuk tahap dua. Ada yang sudah masuk proses persidangan," ungkapnya. 

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...