Unduh Aplikasi

BPKP Aceh:  Audit Kerugian Negara Kasus Korupsi KJA Masih Proses

BPKP Aceh:  Audit Kerugian Negara Kasus Korupsi KJA Masih Proses
Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Indra Khaira Jaya menyatakan audit kerugian negara terhadap kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) di Sabang masih dalam proses.

"Saat ini audit kerugian negaranya masih dalam proses. Kita terus koordinasi dengan Kejati Aceh," kata Indra, Kamis (12/11).

Sebelumnya, pihak Kejati Aceh bersama BPKP telah melakukan ekspose kasus dugaan korupsi KJA yang bersumber dari APBN di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Baca: GeRAK Pertanyakan Penyidikan Kasus Korupsi Keramba Jaring Apung di Sabang

Dari ekspose itu ditemukan beberapa persoalan pada pekerjaan proyek tersebut. Dimana adanya kelebihan pembayaran yang tidak sesuai fisik.

"Pekerjaan fisik, dikerjakan 75 persen, namun pencairan uang 90 persen," ucapnya.

Kemudian, kontrak kerja telah berakhir pada 2018, namun pekerjaan tidak selesai dan kontrak kerja tidak diputus.

"Begitu juga dengan denda yang salah hitung, seharusnya denda berdasarkan persentase nilai kontrak, Namun dihitung berdasarkan sisa nilai kontrak.

Selain itu, dalam spesifikasi, kapal yang seharusnya di datangkan dari Norwegia. Dalam pelaksanaannya, kapal tersebut dibuat di Batam.

Untuk mengaudit kerugian negara dalam kasus tersebut, kata Indra, pihaknya bersama Kejati Aceh terus berkoordinasi agar menyiapkan dokumen dan bukti-bukti secara lengkap.

"Biasanya proses perhitungan memakan waktu 20 hari setelah dokumen dan bukti-bukti di terima secara lengkap oleh tim audit BPKP. Selanjutnya akan diterbitkan hasil perhitungan kerugian negara," sebut Indra.

 

Komentar

Loading...