Unduh Aplikasi

BPK: Audit Kerugian Negara jangan Berlarut-larut

BPK: Audit Kerugian Negara jangan Berlarut-larut
BANDA ACEH - Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Eddy Mulyadi Soepardi mengingatkan agar audit keuangan negara terkait penanganan kasus tindak pidana korupsi jangan   sampai berlarut-larut.
 
"Kami ingatkan kepada semua auditor BPK RI yang memeriksa kerugian negara, pemeriksaannya jangan sampai berlarut-larut," tegas Eddy Mulyadi Soepardi di Banda Aceh, Senin.
 
Pernyataan tersebut dikemukakan Anggota III BPK RI itu pada pelatihan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam perkara tindak pidana korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Menurut Eddy Mulyadi Soepardi, jika pemeriksaan kerugian negara berlarut-larut, tentu akan menghambat proses penanganan kasus tindak pidana korupsi, baik yang ditangani kepolisian maupun kejaksaan.
 
Selain itu, kata dia, berlarut-larutnya pemeriksaan kerugian negara suatu kasus korupsi, juga akan berdampak kepada biaya yang dikeluarkan. Biaya ini tentu akan menjadi beban negara.
 
Oleh karena itu, sebut Eddy Mulyadi Soepardi, pemeriksaan kerugian negara ini harus cepat selesai, sehingga penanganan suatu tindak pidana korupsi bisa lebih optimal.
 
"Sebenarnya, data terkait pemeriksaan kerugian negara tersebut sudah ada. Bahkan juga pernah diperiksa seperti laporan keuangan pemerintah atau pemerintah daerah. Jadi, mengapa ketika pemeriksaan kerugian negaran memakan waktu lama," ungkap dia.
 
BPK RI, sebut Eddy Mulyadi Soepardi, mendukung sepenuhnya penanganan tindak pidana korupsi. Apalagi BPK RI merupakan lembaga yang berwenang memeriksa keuangan negara.
 
"Karena itu, kami akan terus bekerja sama dan bersinergi dengan lembaga penegak hukum, seperti kejaksaan dan kepolisian dalam penanganan tindak pidana korupsi," kata Eddy Mulyadi Soepardi. 

Komentar

Loading...