Unduh Aplikasi

BPJS Kesehatan Klarifikasi Soal Peserta Berstatus Meninggal

BPJS Kesehatan Klarifikasi Soal Peserta Berstatus Meninggal
Screenshot di aplikasi BPJS Kesehatan yang menyebutkan Ti Hawa meninggal. Ist

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Lhokseumawe mengklarifikasikan terkait adanya peserta berstatus meninggal di aplikasi tersebut saat hendak berobat.

“Jadi kartu itu tidak aktif, karena ada perpadanan data antara Kantor Cabang dengan Kantor Catatan Sipil (Capil) Provinsi Aceh,” kata Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, Taufik kepada AJNN, Rabu (13/11).

Baca: Hendak Berobat, Warga Lhokseumawe Malah Berstatus Meninggal di BPJS Kesehatan

Taufik menambahkan, berdasarkan hasil dari pemeriksaan Badan Pengawasan dan Keuangan Pembangunan (BPKP) ditemukan kalau ada 21 orang yang sudah meninggal. Oleh karena itu, agar pada perpadanan jangan keliru, sebagian peserta dinonaktifkan sementara waktu.

“Itu dinonaktifkan sementara. Jika membutuhkan pelayanan, maka bisa diupdate kembali datanya. Ketika nanti peserta berobat ke puskesmas atau lainnya, jika kartunya nonaktif akan ada pemeberitahuan,” ujarnya.

Terkait pelayanan di BPJS Kesehatan, sambung Taufik, pihaknya memang mengakui agak lambat, dikarenakan, sudah memasuki jadwal makan siang, atau sekitar pukul 13.00 WIB.

“Kita minta maaf atas ketidaknyamanan dalam pengurusan administrasi. Karena, kita meminta warga harus mengantri demi kenyamanan bersama juga,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, agar bisa mendowload aplikasi JKN di android, disana, peserta bisa mengecek data apa masih aktif atau tidak.

“Jika sudah tidak aktif, maka segera buat pengaduan,” tuturnya.

Dikabarkan sebelumnya, Yusrawati, warga Kota Lhokseumawe mengaku sangat kecewa dengan pelayanan BPJS Kesehatan lantaran ibu kandungnya bernama Ti Hawa yang saat ini mengalami sakit keras malah berstatus meninggal dunia di aplikasi BPJS Kesehatan tersebut.

Yusrawati, kepada AJNN mengatakan, ibunya itu merupakan salah satu peserta BPJS Kesehatan mandiri, kelas I. Di tahun pertama dibayar secara manual. Namun karena keseringan lupa, dibuat pembayaran secara otomatis di Bank BNI atas nama rekening ibunya.

“Setelah itu, kartu BPJS Kesehatan tidak pernah dipakai. Kemudian, kemarin ibu saya sakit dan saya bawa ke dokter praktek jantung. Kemudian saya buat rujukan ke fasilitas tingkat pertama di Muara Satu, ketika dimasukan nomor kartunya, keluar keterangan peserta sudah meninggal,” katanya, Selasa (12/11).

Komentar

Loading...