Unduh Aplikasi

BPBA gelar simulasi bencana tsunami pada 26 Oktober mendatang

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) akan mengadakan simulasi tsunami pada hari Minggu tanggal 26 oktober 2014 yang akan datang. Hal ini disampaikan BPBA melalui siaran pers kepada AJNN, Sabtu (11/10).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan simulai menghidupkan sirene tsunami pada pukul 09:45 WIB serentak di 6 titik lokasi tsunami diantaranya di Kantor Gubernur, Lampulo, Blang Oi, Lam Awe, Khaju dan Lhoknga.

Kepala Pelaksana BPBA, Said Rasul melalui penanggung jawab kegiatan pengurangan resiko bencana, Kasi Kesiapsiagaan BPBA, Mukhsin Syafi’i menyampaikan simulasi tersebut melatih kesiapan mengahadapi bencana dan mengevaluasi sistem peringatan dini peringatan tsunami

“Simulasi ini akan melibatkan 300 peserta dari unsur masyarakat dan dari beberapa sekolah siaga bencana di 6 lokasi tersebut dan 100 peserta dari Aparatur Pemerintahan (instansi/lembaga terkait) baik provinsi Aceh maupun kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar," kata Mukhsin.

Ditambahkan Mukhsin, manfaat yang diharapkan dari simulasi yang dilakukan ini tidak hanya akan dirasakan oleh masyarakat setempat, namun juga oleh instansi pemerintah yang terlibat langsung dalam penanggulangan bencana untuk mengevaluasi dan memperbaiki prosedur operasi standar yang digunakan sekaligus untuk melakukan ujicoba peralatan sistem peringatan dini (sirine) yang dimiliki oleh BPBA.

Kegiatan tersebut dilakukan mengingat, Aceh merupakan salah satu daerah rawan akan bencana, baik bencana geologis, hidrometeorologis dan juga bencana sosial. Untuk itu Pemerintah Aceh membentuk Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 102 Tahun 2009.

Sebagaimana diketahui, BPBA merupakan badan yang strategis dalam hal melakukan program dan kegiatan penanggulangan bencana di Aceh. Sebagai lembaga yang mempunyai fungsi komando dan koordinasi dalam penanggulangan bencana maka sangat dibutuhkan adanya perencanaan dan persiapan yang baik dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati 10 tahun Tsunami pada 26 Desember 2014 mendatang. Pemerintah Aceh melalui BPBA terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan ( stakeholders ) Aceh dalam PRB (Pengurangan Resiko Bencana) dalam penanggalangan bencana Gempa dan Tsunami di Aceh khususnya kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

BPBA juga menghimbau kepada masyarakat Aceh khususnya warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar sekitarnya agar tidak takut dan panik terkait aktivasi sirene ini dan tetap melakukan aktifitas sehari-hari seperti biasanya.

"Diharapkan kepada masyarakat di sekitar kawasan tersebut agar tidak panik dan tetap melakukan aktifitas seperti bagaimana biasanya," pinta Mukhsin

Selanjutnya, BPBA juga berharap dukungan semua warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar sekitarnya agar mensosialisasikan kegiatan ini kepada keluarga dan kerabat yang belum mendapatkan informasi ini.

|SP

 

Komentar

Loading...