Unduh Aplikasi

Bosan Jadi Kelinci Percobaan

Bosan Jadi Kelinci Percobaan
Ilustrasi: Tinny Budha.

ENTAH harus lega mendengarkan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Atau malah kesal. Dia mengaku telah memberitahukan Presiden Joko Widodo tentang kemungkinan lonjakan angka penularan Covid-19. Dia berharap, Jokowi tidak panik. 

Hal ini, kata Budi, disebabkan pemerintah akan menggenjot pelaksanaan testing, tracing, dan treatment dalam skala regional maupun nasional. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah India. 

Tapi sepertinya kita harus merasa lega karena hal ini membuktikan bahwa pemerintah mulai sadar bahwa selama ini, upaya testing, tracing, dan treatment tidak maksimal. Namun kritik yang dilontarkan banyak pihak, terutama dari para ahli, tak pernah didengar. Pemerintah sibuk dengan suara di kepala mereka sendiri. 

Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita juga akan mendengarkan tindakan-tindakan yang seharusnya diambil sebagai penebus kesalahan yang selama ini dilakukan dalam menangani pandemi. Terutama dalam upaya menekan angka penyebaran. 

Penanganan Covid-19 harusnya dilakukan dengan pendekatan kesehatan, oleh para tenaga medis dan ahli kesehatan. Bukan menggunakan pendekatan keamanan dan pertahanan negara. Aparat kepolisian dan aparat militer jelas tidak memiliki kompetensi di bidang ini. 

Berulang kali kita saksikan kesalahan yang dilakukan dalam aksi bagi-bagi masker yang dilakukan oleh pejabat negara, pejabat daerah, atau pejabat kepolisian dan militer. Mereka seharusnya tidak memasangkan masker ke wajah penerima masker. 

Namun di bawah sorotan kamera, para pejabat terlihat asyik dan lupa diri. Mereka menempatkan diri seolah-olah paling steril sehingga lupa bahwa tangan mereka juga berpotensi menyimpan virus yang dapat ditularkan pada penerima masker. 

Mudah-mudahan ke depan, pemerintah tak lagi salah bertindak dan mengambil kebijakan. Termasuk dalam mengalokasikan anggaran kesehatan dan dampak Covid-19. Pagebluk ini adalan bencana. Dalam menghadapi bencana, kita harus melibatkan partisipasi publik agar mereka tidak terus merasa sebagai kelinci percobaan kebijakan pemerintah yang salah kaprah. 

Komentar

Loading...