Unduh Aplikasi

Bongkar Mafia Asuransi, Polisi Bekuk Tersangka Pemalsuan Surat Otentik Kepolisian

Bongkar Mafia Asuransi, Polisi Bekuk Tersangka Pemalsuan Surat Otentik Kepolisian
Polisi memperlihatkan pelaku dan barang bukti di Mapolsek Lhokseumawe. Foto:AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Polisi Sektor (Polsek) Banda Sakti, Polres Lhokseumawe membongkar mafia asuransi dan membekuk satu orang tersangka yang melakukan pemalsuan surat otentik. Tersangka tersebut berinisial AM warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

“Surat tanda bukti lapor dibuat seakan-akan oleh Polsek Banda Sakti, dan kemudian surat tersebut digunakan untuk mengklaim asuransi dari beberapa jenis sepeda motor yang ada di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,” kata Kapolres Lhokseumawe, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo saat konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Minggu (14/7).

Lanjutnya lagi, motif pelaku melakukan hal tersebut yakni mencari keuntungan dari pihak asuransi, sehingga motor-motor yang diklaim nanti menjadi milik pelaku lalu kemudian dijual. Dan dalam hal ini yang dirugikan yakni pihak Polsek Banda Sakti, karena pelaku membuat stempel palsu untuk bisa membuat surat kehilangan tersebut.

“Jadi, jika sipemilik motor sudah tidak mampu membayar lagi kredit motornya, pelaku ini menawarkan diri sebagai suaka sehingga nama pemilik tersebut tidak cacat di pihak leasing,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek, modusnya pelaku membuat tanda bukti laporan ini dari kasus pencurian. Jadi, seakan-akan motor tersebut hilang dicuri, dalam surat kehilangan itu dibuat skenario sedemikian rupa sehingga tanda bukti lapor dari dasar laporan pencurian.

“Awalnya kasus ini terbongkar dari salah satu akun jual beli di facebook, yang memajangkan sepeda motor jenis scoopi dan dijual dalam keadaan lengkap, padahal sebelumnya pihak asuransi sudah menerima tanda bukti lapor kehilangan kok malah dijual dalam keadaan lengkap,” ujarnya lagi.

Kemudian, setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku serta mengamankan empat unit barang buti sepeda motor dari tangan masyarakat yang sudah membelinya.

“Adapun barang bukti yang kita amankan yakni, empat unit sepeda motor lengkap dengan BPKB dan STNK, juga perangkat-perangkat yang digunakan untuk melakukan pemalsuan dokumen seperti komputer, mesin scan, stempel palsu dan sejumlah dokumen lain. Sementara untuk pelaku terancam hukuman penjara maksimal enam dan delapan tahun penjara,” pungkas Arif.

Komentar

Loading...