Unduh Aplikasi

Bocah Putri Penderita Hidrosefalus Aceh Timur Butuh Uluran Tangan

Bocah Putri Penderita Hidrosefalus Aceh Timur Butuh Uluran Tangan
Foto: Ist

ACEH TIMUR – Bocah Anugerah Agustina (4) penderita Hidrosefalus asal Desa Peunaron, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, kembali dirujuk Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (31/8).

Anak kedua keluarga pasangan Abdurrahman dan Kiki Nasution terpaksa membawa kembali buah hatinya itu berobat ke Medan. Pasalnya, bocah penderita kelebihan cairan di kepala itu terus merintih karena merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan, kepala Agustina kian hari kian membesar hanya terbaring lemas tidak berdaya.

Sang ibunda Kiki Nasution hanya mampu pasrah dan iklas atas cobaan penyakit yang diderita anaknya itu.

Kiki Nasution menyebutkan, anaknya tersebut terpaksa harus dirujuk kembali ke RS Adam Malik Medan, setelah terus mengeluh akan sakit dikepalanya yang rundung reda.

Kiki menceritakan, awalnya saat usia satu tahun putrinya mengalami demam. Lalu dibawa berobat ke Puskesmas untuk mengetahui penyebab sakit.

Saat itu, belum diketahui penyakit yang diderita sang putri keduanya itu, baru pada usia empat bulan, kepala sang putri kian membesar dan bukan layaknya normal.

"Pada usia dirinya empat bulan baru keliatan perubahan pada kondisi kepala anak saya dimana terus membesar," kata Kiki Nasution, Minggu (1/9).

Lanjutnya, lalu pasangan itu membawa putri mereka ke Puskesmas seterusnya ke Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud, Kabupaten Aceh Timur. Bahkan, sempat dibawa ke Rumah Sakit Zainal Abidin di Banda Aceh. Malah saat itu kepala sang putri muncul luka kecil. 

"Kondisi itu pula membuat kami sangat khawatir dan langsung membawa untuk berobat kemana-mana," tuturnya. 

Sebelum dibawa ke RS Adam Malik Medan, keluarga sempat membawa ke Puskesmas dan seterusnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud. Namun, di sana menurut Kiki, pihak RS tak mampu menangani hngga harus dirujuk ke Medan,” jelasnya. 

Keluarga bocah kurang mampu ini hanya bekerja sebagai petani. Menanam padi dan membantu petani lainnya dengan upah harian. Dengan segala keterbatasan, Kiki dan suaminya terus berusaha menyembuhkan sang putri.

“Kemarin operasi pertama sudah dipasang selang di kepala. Kata dokter, perawatannya lama. Bisa sebulan, atau bisa lebih. Saya berdoa semoga anak saya bisa sembuh,” harap Kiki.

Menurutnya, hampir seluruh harta yang dimiliki keluarga itu dikorbankan untuk mendampingi putrinya berobat. Karena itu, Kiki berharap ada pihak yang membantunya.

Saat ini, Lembaga Peduli Duafa Aceh (LPDA) membuka bantuan donasi untuk keluarga mualaf itu.  Bantuan bisa dikirimkan ke Bank BNI Syariah 2404420172 atas nama Lembaga Peduli Dhuafa.

Ketua LPDA Musfendi berharap donatur yang memberikan sumbangan untuk keluarga miskin itu bisa mengonfirmasi lewat nomor 0853-7126-6650. 

“Harapan kami ada yang membantu keluarga miskin ini. Karena penyembuhan hidrosefalus itu butuh waktu lama, dan keluarga itu tentu membutuhkan dukungan kita semua,” pungkasnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...