Unduh Aplikasi

Bocah Bocor Jantung di Aceh Jaya Butuh Bantuan

Bocah Bocor Jantung di Aceh Jaya Butuh Bantuan
Siti Aisyah (4), bersama ibunya. Foto: Suar

ACEH JAYA - Siti Aisyah (4), anak dari pasangan Marzuki dan Ainal Mardhiah, warga Desa Alue Gajah, Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya mengalami bocor jantung dan kebutaan sejak lahir.

Aisyah yang lahir dengan tidak normal, dengan berat badan hanya 800 gram di Puskesmas Patek Kecamatan Darul Hikmah Aceh Jaya pada tahun 2014 lalu dirujuk ke Banda Aceh. Ia hanya mampu menangis kesakitan dipelukan ibunya dalam rumah yang sempit atau tidak layak huni.

Camat Darul Hikmah, Nuri Assirri saat dihubungi AJNN, mengjelaskan anak tersebut lahir pada tahun 2014. Awalnya bocah tersebut lahir kembar, namun kembaran Siti Aisyah meninggal dunia di Puskesmas Patek.

Aisyah sejak lahir memang sudah kelainan jantung dan sekarang kekurangan gizi akibat kelainan yang dialami. Bukan karena gizi buruk hingga mengakibatkan kebocoran jantung dan kebutaan.

Rumah Siti Aisyah (4), penderita bocor jantung. Foto: Suar

Nuri juga mengatakan, Aisyah pernah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin di Banda Aceh, ia dirawat lebih kurang tiga bulan. Setelah itu kembali ke rumahnya di Desa Alue Gajah.

"Petugas Puskesmas Patek selalu mengontrol dan memberikan makanan kepada Siti Aisyah. Dan sampai sekarang masih diberikan bantuan," katanya Minggu (15/10).

Nuri menambahkan pada tahun 2017, Siti Aisyah sudah dua kali dirujuk ke Banda Aceh dan terakhir Oktober 2017. Hasil rujukan terakhir, Aisyah harus dirujuk ke Jakarta untuk penanganan medis di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSUCM).

"Keluarganya kurang mampu dan tidak punya biaya untuk berobat ke Jakarta, mereka butuh bantuan dari dermawan,” katanya.

Sebelumnya dari Pemkab Aceh Jaya juga sudah sering membantu terutama saat melakukan pendampingan di RSUDZA di Banda Aceh.

"Aisyah setiap hari hanya bisa menangis kesakitan, semoga ada pihak-pihak yang mau memberikan bantuan kepada ibu Mardhiah untuk mengobati Aisyah ke Jakarta,” harap Nuri.

Sementara, Ainal Mardhiah mengaku baru mendapat bantuan berupa uang sejumlah Rp 4 juta dari para pejabat Aceh Jaya dan Kota Banda Aceh.

Sementara, suaminya Marzuki hanya tiga bulan sekali mengunjungi Aisyah karena bekerja sebagai penebang kayu di hutan.

"Sekarang sudah kerja di Calang supaya bisa sering pulang kerumah walaupun tidak tiap hari," ungkapnya.

Komentar

Loading...