Unduh Aplikasi

BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran Sabu Sindikat Internasional Sumut-Aceh

BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran Sabu Sindikat Internasional Sumut-Aceh
Tim gabungan dari BNN, Bea Cukai dan Kepolisian perlihatkan barang bukti sabu di kantor. Foto: Ist

BANDA ACEH - Tim gabungan dari BNN dan Bea Cukai berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 37 kilogram.

Informasi dari Bea Cukai Aceh, pengungkapan barang haram tersebut atas informasi adanya kapal yang membawa sabu dari Malaysia ke perairan Kuala, Bireuen dan diteruskan ke BNN.

"Kemudian kita koordinasi dengan bea cukai Langsa dan Lhokseumawe serta mengerahkan dua unit kapal patroli untuk melakukan pemantauan di laut terhadap kapal nelayan jenis oskadon," kata Kabid Humas Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, Senin (29/6).

Tim gabungan berhasil memantau pergerakan dua orang tersangka dan mengamankan MF (31) dam MR (36) di Deli Serdang, Sumut bersama barang bukti sabu 29 bungkus yang disimpan dalam karung.

"Tim operasi darat berhasil mengamankan dua orang tersangka. Hasil pengembangan tim gabungan mengamankan BW (28) dan AM (26), mereka adalah penerima narkotika di Medan," sebut Isnu.

Kemudian hasil pengembangan dilanjutkan ke wilayah Bireun dan petugas gabungan mengamankan 8 bungkus narkotika sabu yang disembunyikan oleh RZ (20) di gudang MRI (39) di kawasan Jeumpa Bireun

"Terhadap 6 pelaku dan barang bukti yang ditemukan telah diamankan di kantor BNN untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Isnu menyebutkan atas penggagalan penyelundupan yang dilakukan kali ini, Kanwil Bea Cukai Aceh telah menambah jumlah kasus penindakan narkotika sepanjang tahun 2020. Hingga Juni 2020, tercatat 4 kasus penyelundupan telah berhasil digagalkan.

Ia juga menambahkan penindakan kasus markotika tersebut yakni 18,87 Kg sabu pada awal Februari, serta di akhir Maret 12 Kg sabu dan 119 Kg sabu pada pertengahan Juni.

"Kita akan terus menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan," pungkasnya.

Komentar

Loading...