Unduh Aplikasi

BNN Aceh Gagalkan Peredaran 8,3 Kg Sabu dan 10 Ribu Pil Ekstasi

BNN Aceh Gagalkan Peredaran 8,3 Kg Sabu dan 10 Ribu Pil Ekstasi
Kepala BNNP Aceh didampingi Kabid Berantas dan Diresnarkoba Polda Aceh perlihatkan barang bukti. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Tim khusus Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 8,3 kilogram dan 10 ribu butir pil ekstasi di Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Kepala BNNP Aceh, Heru Pranoto menyebutkan pengungkapan penyelundupan narkoba tersebut atas informasi masyarakat adanya peredaran gelap barang haram tersebut di wilayah Idi Rayek, Aceh Timur oleh jaringan ZU (29).

Atas informasi itu, lanjut Heru, tim anggrek dan melati melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka R (30), di jalan Medan Banda Aceh tepatnya di Seneubok Barat.

"Namun, saat penangkapan tersangka melarikan diri. Petugas menemukan sabu seberat 8,3 kilo dan 10 ribu pil ekstasi di dalam jok sepeda motornya," kata Heru Pranoto, didampingi Kabid Berantas, T Saladin, Selasa (13/10).

Kemudian, lanjut Heru, tim khusus BNNP Aceh di bantu tim Polda Aceh melakukan pengejaran terhadap tersangka R dan berhasil ditangkap di depan rumah sakit Cut Mutia Lhoksemawe.

"Tersangka mengakui narkoba diperoleh oleh ZU," sebut Heru.

Dari hasil pengembangan, lanjut Heru, tim melati dan anggrek BNNP Aceh bersama tim Polda Aceh mendapatkan informasi tersangka ZU berada di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Tersangka ZU ditangkap tim gabungan di salah satu warung nasi di Medan. Sementara satu tersangka lainnya berinisial TS masuk daftar pencarian orang (DPO)," ujarnya.

Menurut Jenderal bintang satu itu, kedua tersangka tersebut mempunyai peran yang berbeda. Tersangka ZU sebagai pengendali yang melakukan pengedaran barang haram tersebut. Sementara tersangka R sebagai penjemput atau membawa narkoba.

"Tersangka R ini juga sebagai penghubung dengan TS yang masih buron petugas," katanya.

Dari penangkapan itu, tim khusus BNNP Aceh dan tim Polda Aceh juga mengamankan satu unit mobil jenis HRV, satu unit sepeda motor dan empat telepon genggam.

"Tersangka ini dijerat dengan Undang-undang narkotika ancaman 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati. Kita juga akan jerat mereka dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang atau TPPU," ungkap Heru Pranoto.

Komentar

Loading...