Unduh Aplikasi

BMKG Himbau Nelayan dan Pengguna Jalur Laut Waspada Gelombang Tinggi

BMKG Himbau Nelayan dan Pengguna Jalur Laut Waspada Gelombang Tinggi
Simulasi pertolongan terhadap korban tenggelam. Foto:AJNN/Sarina.

LHOKSEUMAWE – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh mengimbau kepada nelayan dan pengguna jalur laut agar mewaspadai gelombang tinggi 2.5 meter di perairan Selat Malaka.

“Jadi gelombang tinggi tersebut terjadi di perairan Selat Malaka bagian utara yakni, di perairan Aceh Utara,” kata Prakirawan BMKG Malikussaleh, Hangra Traverma Ulfi, Kamis (26/11).

Sambung Hangra, pihaknya berharap masyarakat memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yakni, Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).

“Juga Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m),” ujarnya.

Kepada  masyarakat, kata Hangra, khusus yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Sementara itu, karena curah hujan dan gelombang laut masih tinggi, Lanal Lhokseumawe terus melatih dan membina personel dengan melaksanakan latihan agar mampu memberikan bantuan kepada Basarnas ketika ada kecelakaan di laut.

“Hari ini kita melaksanakan latihan, dengan membuat simulasi scenario ada kapal yang kecelakaan dan mengakibatkan orang tenggelam, kemudian tim SAR dan personel TNI AL berupaya menyelamatkan korban,” kata Komandan Lanal Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry.

Sambungnya, guna meminimalisir angka kecelakaan di laut, Danlanal mengimbau kepada pengguna laut, baik itu nelayan atau siapapun, agar tetap memperhatikan kondisi cuaca, dengan kerab melihat peringatan kondisi cuaca dari BMKG.

“Pastinya, tetap memperhatikan alat keselamatan di kapal, baik itu alat pertolongan, ataupun penanganan awal ketika darurat,” ujarnya.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...