Unduh Aplikasi

BKSDA Amankan Siamang Betina Serahan Warga Lhokseumawe

BKSDA Amankan Siamang Betina Serahan Warga Lhokseumawe
Siamang saat berada di Kantor Konservasi Wilayah I Kota Lhokseumawe Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah I Kota Lhokseumawe mengamankan seekor Siamang (Symphalangus Syndactylus)serahan AY warga Batupat Barat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Hewan yang tergolong dalam satwa dilindungi tersebut berjenis kelamin betina dan berumur sekitar empat tahun.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Kota Lhokseumawe, Kamarudzaman mengatakan, Siamang tersebut awalnya diperoleh oleh warga itu dari Kabupaten Riau saat maraknya kabut asap dan kebakaran hutan  disana dengan kondisi masih berusia dini (masih anakan).

“Kemudian AY membawa satwa tersebut pindah ke Aceh, tepatnya di Kota Lhokseumawe. Dan sang pemilik tersebut sudah menganggap hewan tersebut bagian dari keluarganya, dan merawatnya dengan baik hingga berusia empat tahun,” katanya saat konferensi pers di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Kota Lhokseumawe.

Sambugnya lagi, karena pemilik sadar bahwa satwa yang dipelihara merupakan dilindungi oleh negara, kemudian dirinya mencari informasi tentang Kantor BKSDA, hingga akhirnya pada Juni 2019 lalu, AY mengetahui kalau ada kantor Seksi Konservasi Wilayah I Kota Lhokseumawe.

“Setelah menerima informasi itu, kemudian pada 8 Agustus 2019, tim mendatangi rumah itu untuk mengamankan hewan dilindungi itu, dan dilakukan serah terima secara sukarela oleh pemiliknya,” ungkapnya.

Tambahnya, untuk kondisi Siamang dalam keadaan sehat, selanjutnya pihaknya akan membawa ke Banda Aceh guna diperiksa oleh dokter hewan dan dikarantina kembali, bagaimana hewan itu melihat alam dan bisa beradaptasi kembali dengan alam, baru akan di lepasliarkan kembali.

“Kami mengimbau kepada warga supaya jika mengetahui keberadaan satwa dilindungi tersebut supaya menginformasikan kepada BKSDA terdekat. Karena jika memelihara hewan dilindungi dan tidak melaporkan.

Sesuai dengan Pasal 21 ayat 2 huruf b jo pasal 40 ayat 2 dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” pungkasnya.

Komentar

Loading...