Unduh Aplikasi

BKSDA Aceh Temukan 63 Jerat Dipakai untuk Memburu Satwa Dilindungi

BKSDA Aceh Temukan 63 Jerat Dipakai untuk Memburu Satwa Dilindungi
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dibantu KPH Wilyah I Aceh melakukan operasi sapu jerat di sejumlah wilayah di Propinsi Aceh.

Operasi yang dilaksanakan selama sepuluh hari di kabupaten Aceh Besar, Aceh Timur dan Kabupaten Pidie atas dukungan proyek CIWT (Kerjasama Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Global Enviromental Facilty (gef) dan United Nation Development Program (UNDP) Indonesia Program ).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe, Kamaruzzaman melalui Staf Choirunnisa, mengatakan, dari hasil pelaksanaan operasi jerat yang dilakukan oleh tim di lapangan diperoleh jerat sebanyak 63 jerat berbagai jenis ukuran dan bahan, mulai dari bahan senar pancing, kawat/dawai dan tali PE.

“Bahkan ada jerat kombinasi antara tali PE dengan dawai/kawat tergantung dari jenis hewan yang menjadi sasaran buruan, penggunaan tali PE ini bertujuan agar hewan buruan tidak mudah terluka atau mati pada saat terkena jerat dan jenis ini umumnya digunakan untuk memburu rusa,” katanya, Jumat (4/10).

Sambungnya lagi, sedangkan jerat berbahan kawat baik itu tunggal maupun berjumlah banyak umumnya digunakan untuk berburu babi walaupun pada beberapa kasus dilapangan yang terjerat bukan hanya babi akan tetapi menjerat beruang, harimau bahkan gajah.

Murahnya harga dan kemudahan memperoleh bahan untuk pembuatan jerat tentunya menjadi faktor utama di dalam penggunaan jerat oleh para pemburu.

“Tim di lapangan juga menjumpai pondok yang sengaja dibuat oleh pemburu artinya pemburuan terhadap satwa ini dilakukan selama berhari-hari sehingga para pelaku ini harus bermalam di hutan,” ujarnya.

Tambahnya, Tim yang berkonsentrasi di Kawasan Konservasi TWA dan CA Jantho juga mendapati 2 (dua) bangkai rusa yang terkena jerat akan tetapi tidak sempat diambil oleh pemburu diduga akibat adanya Pelaksanaan Kegiatan Penjagaan di Pos Pengamanan Kawasan Hutan TWA dan CA Pinus Jantho selama dua bulan terakhir yang dilaksanakan oleh petugas dari Balai KSDA Aceh, Polsek Jantho, Ranger Jantho dan masyarakat setempat.

“Selain melakukan operasi sapu jerat, tim juga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang dijumpai di lapangan untuk tidak menggunakan jerat karena sangat membahayakan, baik satwa penggunaan jerat juga mengancam keselamatan manusia.

Operasi ini merupakan wujud komitmen perang terhadap jerat yang telah dicanangkan oleh Dirjen KSDAE dan Dirjen GAKKUM LHK pada bulan Juli 2019. Operasi sapu jerat dan penyadartahuan tentang bahaya jerat yang mengancam kelestarian satwa liar dilindungi, akan terus dilakukan dengan dukungan para pihak,” pungkasnya.

Komentar

Loading...