Unduh Aplikasi

BKSDA Aceh Apresiasi Penangkapan Pelaku Jerat Gajah di Pidie

BKSDA Aceh Apresiasi Penangkapan Pelaku Jerat Gajah di Pidie
Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian memperlihatkan sejumlah barang bukti yang menyebabkan seekor gajah liar mati tersengat arus listrik. Foto: AJNN/Salman

LHOKSEUMAWE - Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh mengapresiasi Polres Pidie dan jajaran yang telah berhasil menangkap pelaku pemasangan jerat listrik dan menyebabkan satu individu gajah mati.

Apresiasi juga disampaikan kepada Baintelkam Mabes Polri yang turut bersama ke lapangan memberi supervisi penegakan hukum atas kejahatan TSL yg menggunakan senapan dan jerat listrik. Kerjasama penegak hukum menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus kematian satwa akibat pemasangan jerat listrik.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan, Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca: Seorang Petani Jadi Tersangka Kasus Kematian Gajah di Pidie

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa,” kata Agus, Jumat (2/10).

Selain itu, sambung Agus, tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

“Dan juga melakukan penertiban terhadap jerat listrik yang digunakan untuk melindungi kebun dimana memiliki arus listrik bertegangan tinggi hal ini dapat menimbulkan kematian, tidak hanya satwa liar namun juga kepada manusia,” imbuhnya.

Komentar

Loading...