Unduh Aplikasi

Bisnis Bermasalah Perusahaan Daerah

Bisnis Bermasalah Perusahaan Daerah
Ilustrasi: harvard businness review.

DUA bekas direksi Perusahaan Daerah Pakat Beusaree ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh kepolisian. Keduanya menggunakan modal usaha perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat itu untuk memperkaya diri. Dugaan kerugian negara akibat tindakan keduanya mencapai Rp 1,74 miliar.

Namun modus memperkaya diri sendiri seperti ini bukan yang pertama. Mencari keuntungan pribadi lewat perusahaan daerah seperti menjadi kelaziman, terutama bagi para petinggi perusahaan. Kebanyakan pengelola perusahaan daerah tidak memiliki latar belakang sebagai pengusaha atau bisnis.

Para penguasa juga berlomba-lomba mengucurkan dana daerah, lewat anggaran pendapatan dan belanja, sebagai modal usaha. Apalagi undang-undang memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk membangun sendiri bisnis mereka melalui badan usaha atau perusahaan.

Sedikitnya terdapat 24 perusahaan daerah di Aceh. Yang tak sedap, perusahaan-perusahaan ini terus mendapatkan modal di setiap tahun anggaran. Sementara pemerintah, selaku pemilik, tak sungguh-sungguh meminta pertanggungjawaban uang yang pernah dikucurkan kepada perusahaan. Dalam praktiknya, hanya perusahaan perbankan yang mendatangkan keuntungan.

Sementara perusahaan lain, bahkan perusahaan air minum, yang relatif diuntungkan dengan hak monopoli yang mereka terima, hanya mendatangkan kerugian. Perusahaan air minum di banyak daerah pun, setelah bertahun-tahun menerima modal penyertaan, tak kunjung memberikan pelayanan maksimal.

Perusahaan yang seharusnya dibangun untuk mendatangkan keuntungan bagi daerah berubah menjadi sapi perahan. Mengabaikan sisi penting manajerial, tak punya terget. Perusahaan dibuat berjalan apa adanya. Anti terhadap perubahan dan cenderung ortodok.

Acap kali Keberhasilan para manajer duduk di bangku direksi atau komisaris hanya karena kedekatan mereka dengan sumbu kekuasaan. Entah itu tim sukses atau atas pertalian daerah. Lazimnya perusahaan harus dibangun di atas dasar profesionalisme.

Karenanya, perlu evaluasi terhadap perusahaan-perusahaan daerah. Tak hanya kinerja operasional dan manajerial, kinerja keuangan dan nonkeuangan, terutama kinerja pelayanan terhadap masyarakat, harus dievaluasi. Karena setiap perusahaan dibangun untuk berbisnis, bukan menangguk masalah.

Komentar

Loading...