Unduh Aplikasi

Bimtek Agara Dinilai Tidak Patut Dilaksanakan di Tengah Pandemi dan di Luar Daerah

Bimtek Agara Dinilai Tidak Patut Dilaksanakan di Tengah Pandemi dan di Luar Daerah
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menilai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) aparat desa di Aceh Tenggara sangat mengurus anggaran. Bahkan kegiatan itu tidak etis dilaksanakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Kegiatan itu akan dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara. DImana pesertanya itu berjumlah 1.320 orang yang terbagi untuk 330 desa, setiap desa berjumlah empat orang.

Dimana pada tahap pertama akan diikuti sebanyak 110 desa dengan peserta sebanyak 440 orang, dan dijadwalkan acara tersebut dimulai sejak tanggal 16 sampai dengan 27 Oktober  bertempat di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis No.07, Kota Medan.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengatakan seharusnya anggaran yang dihabiskan untuk kegiatan tersebut bisa digunakan untuk pembangunan desa, dimana setiap desa harus menyetorkan anggaran Rp 23 juta untuk kegiatan itu.

“Kami menilai itu kegiatan tidak berdampak terhadap masyarakat, malah terkesan kegiatan yang menghambur-hamburkan uang desa,” kata Askhalani kepada AJNN, Sabtu (10/10).

Baca: Kuras Dana Desa, 1.320 Perangkat Desa Agara Bimtek di Hotel Berbintang

Askhalani mengungkapkan kalau dijumlahkan anggaran yang terkumpul untuk kegiatan tersebut mencapai Rp 7,5 miliar, dengan rincian Rp 23 juta dikalikan dengan 330 desa.

“Itu bukan anggaran kecil untuk sebuah kegiatan yang saya nilai memang tidak berdampak banyak terhadap masyarakat, apalagi kegiatan digelar di luar daerah,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Askhalani, Bupati Agara Raidin Pinim membatalkan kegiatan tersebut di tengah kondisi pandemi Covid-19. Pasalnya masyarakat saat ini sangat membutuhkan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka.

“Kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini sangat sulit, uang sebesar itu seharusnya bisa membantu masyarakat yang sedang kesusahan, bukan malah dihambur-hamburkan ke luar daerah,” ujarnya.

Komentar

Loading...