Unduh Aplikasi

Bill Gates dan Ancaman Pandemi Yang akan Datang

Bill Gates dan Ancaman Pandemi Yang akan Datang
Foto : Ist

Oleh: Ahmad Humam Hamid 

Bill Gate, sang milyarder tangguh AS, beberapa waktu yang lalu kembali memperingatkan masyarakat global tentang potensi ancaman pandemi yang terus membayangi kehidupan manusia. Ia yang tak pernah tamat strata satu di Harvard, yang kemudian mendapatkan gelar doktor kehormatan itu, tidak pernah berhenti melihat kecendrungan perjalanan masyarakat global, berikut dengan menghibah kan sebagaian besar hartanya untuk kemaslahatan manusia, tanpa membedakan bangsa, dan agama.
 
Prediksi Bill Gates tentu saja bukanlah sesuatu yang tanpa dasar. Orang kaya itu yang memilih pensiun lebih cepat dan mengabdikan hidup nya untuk kemanusiaan, tidak hanya rajin belajar, tetapi juga mempunyai jaringan ilmiah akademik yang terus menerus memperbarui pengetahuannya tentang berbagai hal. Ingat saja berberapa tahun sebelum pandemi Covid-19, Bill Gate telah memberi aba-aba akan datang sebuah pandemi yang sangat dasyhat, dan memberikan implikasi global yang sangat fatal.
 
Ramalan itu terbukti pada tahun 2020. Dunia dikagetkan dengan meledaknya virus Covid-19. Dimulai di Wuhan Cina, kemudian menyebar ke Eropah, benua Amerika, Asia, Afrika, dan Australia. Ratusan juta jiwa telah terpapar,  dan kini hampir 3 juta jiwa telah meninggal. Dunia mengalami resesi ekonomi terparah, bahkan lebih dari depresi tahun tigapuluhan. Ratusan juta jiwa kehilangan pekerjaan. Kecuali Cina, semua negara di dunia mengalami kontraksi ekonomi hebat. Prediksi Bill Gate tidak hanya benar, akan tetapi juga memberi tingkat akurasi yang sangat tinggi.
 
Peringatannya kali ini tentang potensi datangya pandemi baru dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama, kembali membuat dunia akademik, pejabat publik, dan dunia usaha tersentak. Publik global kini semakin menyadari akan  adanya ancaman epidemiologi berkelanjutan, yang sulit di duga  asalnya jenisnya berikut dengan biologi dan perangainya terhadap kehidupan manusia.
 
Alasan yang dikemukakan oleh Bill Gates sangat sederhana. Jumlah penduduk yang meningkat memerlukan sumber daya alam yang cukup banyak untuk menopang kehidupan, laju pembangunan dan tumbuhnya perekonomian di bagian global selatan - Asia, Afrika , dan Amerika Latin. Bayangkan saja penduduk global kini sedang menuju kepada angka 9 milyar manusia yang akan dicapai pada tahun 2050.
 
Menghadapi jumlah manusia yang semakin banyak, sementara bumi yang ditempati oleh manusia tetap bumi yang satu ini, maka beban bumi dalam malayani manusia juga akan semakin bertambah besar. Secara akal sehat dan teori yang terjadi adalah wilayah pemukiman dan produksi bahan makanan akan menjadi faktor penting yang akan menganggu keseimbangan yang telah ada. Tidak berhenti disitu berbagai kebutuhan manusia lainnya juga akan tergantung kepada eskploitasi alam yang turut berkontribusi penting kepada semakin rentannya daya dukung alam.
 
Dalam konteks pandemi yang akan datang, peringatan yang diberikan oleh Bill Gate itu cukup beralasan, dan sepertinya apa yang telah terjadi dengan Covid19 akan terulang lagi, dan kali ini akan menjadi lebih berbahaya lagi dari berbagai pandemi sebelumnya.
 
Berbagai bacaan prediksi tentang pandemi yang akan datang memberikan paling kurang tiga hal kunci tentang asal dan daya sebar pandemi  yang akan terjadi. Pandemi diperkirakan akan dimulai di daerah dimana terjadi kehilangan habitat mahluk hidup secara signifikan, yang membuat cukup banyak mahluk hidup, terutama hewan liar yang mengalami stress yang akan menjadi faktor pemicu yang akan memudahkan perpindahan virus dari hewan ke manusia. Berbagai penyakit yang parah yang telah terjadi  semisal HIV, SARS, Nipah, dan Ebola adalah penyakit zoonosis yakni penyakit yang awalnya berinang hewan liar dan kemudian berpindah ke manusia cukup memberi bukti betapa destruksi habitat hewan liar yang umunya hutan belantara adalah ancaman nyata.
 
Ancaman kedua yang memperparah biak letup pandemi adalah lemah dan rentannya sistem kesehatan publik di negara-negara baik yang sedang terancam dengan kehilangan habitat, maupun negara-negara pendapatan menengah dan miskin lainnya. Kota-kota yang terletak di negara baik yang memilki potensi penyakit menular ataupun tidak, namun mempunyai sistem pelayanan kesehatan yang buruk adalah calon penyebar terbaik. Ancaman itu menjadi sempurna bila kota-kota itu memiliki konektivitas global yang baik via darat maupun udara dengan berbagai negara.
 
Apa yang sangat ditakuti terhadap potensi perangai pandemi yang akan datang adalah sejenis virus yang penyebarannya mirip dengan Covid19, namun mempunyai daya bunun yang tinggi. Itu yang membuat para ilmuwan dan petinggi negara yang peduli terhadap keselamatan manusia tidak bisa tidur nyenyak.
 
Disebalik angka pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia yang terus membaik, terutama pada masa pra pandemi, jika Covid19 ini usai, pemulihan itu akan segera terjadi. Ketika pemulihan ekonomi terjadi, milyaran manusia yang telah keluar dari kemiskinan di berbagai negara akan memerlukan sumberdaya yang cukup banyak.
 
Seringkali sumber daya yang diekploitasi dari alam akan bereaksi seperti apa yang terjadi dengan perobahan iklim global saat ini. Ketika pandemi itu datang, rahmat ekonomi yang seharusnya menjadi berkah dan nikmat telah berobah menjadi bala dan kutukan.
 
Bill Gates menyerukan dalam surat terbarunya tentang persiapan menyambut pandemi yang akan datang persis seperti persiapan menyambut perang. Diperlukan kesiapan masyarakat global yang sangat paripurna untuk tidak mengulangi terulangnya kesalahan seperti apa yang terjadi dengan pengalaman penanganan Covid19 yang telah memakan korban jutaan manusia itu.
 
Seruan Bill Gates itu cukup beralasan, karena virus menurut ilmu pengetahuan telah ada di planet bumi jutaan tahun sebelum homo sapiens- manusia ada. Virus itu mungkin tidak berbiak, tetapi ia ada dalam komposisi kode genetik dalam kotak protein tertentu pada mahluk hidup lainnya. Paling kurang ada 1.6 juta virus yang berinang pada burung dan mammalia. Dari jumlah itu diperkirakan setidaknya 700 ribu diantarnya berpotensi  menulari manusia. Namun sampai hari ini baru 250 mahkluk kecil itu yang sudah dapat diidentifikasi oleh manusia.
 
Bill Gate dan banyak pakar lain mempunyai berbagai ide brillian  yang diajukan untuk menyongsong dan siap menghadapi pandemi berikutnya. Namun diantara sekian banyak idee yang diajukan, apa yang diusulkan oleh Bill Gate menarik untuk ditelusuri lebih jauh, karena apa yang dinilai penting olehnya adalah keselamatan masyarakat global yang juga didasari kepada tanggung jawab global.
 
Bill Gates mengemukakan perlunya kerangka bersama global untuk menyiapkan sebuah model diagnosis kolektif inetrnasional yang akan mampu menangani pemeriksaan penularan 20 persen penduduk bumi diseluruh dunia perminggu. Ini artinya, antisipasi kedatangan pandemi yang akan datang menuntut persiapan  pemeriksaan penularan pandemi di seluruh dunia dapat diselesaikan dalam tempo yang sangat singkat, bahkan hanya dalam hitungan satu bulan.
 
Pemikiran yang seperti itu tentu dilandasi pada sebuah prinsip tentang perlunya sistem peringatan dini internasional terhadap potensi kemunculan pandemi setiap saat. Diperlukan semacam BMKG pandemi global, yang lengkap dengan pasukan gerak cepat untuk merespons ke seluruh dunia. Bill Gates mengemukakan diperlukan setidaknya 3.000 “pasukan elit pandemi” yang setiap saat terus menerus berlatih dengan berbagai simulasi tentang meledaknya pandemi baru. Memang, kesiapan yang diperlukan adalah kesiapan perang. Tanpa itu manusia akan dikalahkan oleh pandemi.
 
Peringatan yang diberikan oleh Bill Gates tentu saja tidak dapat dianggap enteng, Pada tahun 2015, pada sebuah acara Ted Talk, Bill Gates menyatakan perdiksinya tentang potensi meledaknya pandemi setelah kejadian epidemi virus Ebola di Afrika. Ia bahkan menyebutkan  potensi korban pandemi itu dapat melebihi dari korban perang. Lima tahun kemudian ucapannya itu terbukti, dan kini dunia sedang berjuang melawan pandemi yang telah membunuh hampir 2 juta penduduk bumi.

Penulis adalah Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...