Unduh Aplikasi

Bijak Biar Sehat

Bijak Biar Sehat
Ilustrasi: freepik.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan kepada Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Bantuan itu berupa alat untuk pemeriksaan Swab PCR (Polymerase Chain Reaction). 

Bantuan ini diharapkan mampu mendukung penanganan wabah covid-19. Terutama di saat Aceh mengalami lonjakan kurva jumlah penderita. Bantuan medis berupa Solgent-Ubitron (DSP) senilai Rp 790 juta untuk 3.800 tes, PCR Seegen senilai Rp 72 juta untuk 1.200 test, RNA berupa Wizchamp-Ubitron senilai Rp 210 juta untuk 5000 test, dan VTM berupa Genesis-Wisesa untuk 5.000 tes, diharapkan dapat memaksimalkan peran laboratorium milik Universitas Syiah Kuala tersebut dalam memeriksa sampel Covid-19. 

Peran maksimal Laboratorium Unsyiah ini juga akan sangat membantu meringankan beban Laboratorium milik Litbangkes. Pemerintah Aceh juga mendatangkan Laboratorium PCR Kontainer sebanyak dua unit yang ditempatkan di RSUDZA dan Labkesda Aceh. Saat ini lab tersebut dalam proses uji coba, dan diperkirakan dapat memeriksa paling sedikit 1.500 sampel per hari. 

Lonjakan penderita ini memang menjadi keprihatinan bersama. Bahkan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan fenomena perlu diatasi bersama dengan langkah cepat dan tepat sehingga tidak semakin meningkat dan meluas. 

Sebaran penularan di hampir semua daerah di Aceh menjadi tantangan tersendiri. Apalagi di saat yang sama, kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan, di semua lapisan masyarakat, masih tergolong rendah. 

Dengan kondisi yang sepertinya belum mencapai puncak pandemi Covid-19 di Aceh, kita tak boleh lengah. Pemerintah daerah harus juga berpartisipasi dengan tidak menggelar kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang di satu titik keramaian. Bahkan jika perlu, pusat-pusat perbelanjaan atau warung-warung kopi dibatasi pengunjungnya. 

Aceh tak boleh mengulangi kesalahan yang dilakukan pemerintah pusat saat memutuskan untuk melonggarkan aturan yang menyebabkan penularan covid-19 semakin tak terkendali. Ada banyak pilihan yang bisa diambil untuk menyelamatkan Aceh, dan pilihan itu tentu berdasarkan alasan kesehatan. Bukan yang lain. 

Komentar

Loading...