Unduh Aplikasi

Biaya Dinas Malam THL Yang di-PHK Enam Bulan Belum Dibayar

Biaya Dinas Malam THL Yang di-PHK Enam Bulan Belum Dibayar
THL menyampaikan keluhannya kepada Ramli SE, di halaman kantor DPRK. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) yang diputuskan hubungan kerja atau PHK oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh bukan hanya belum menerima gaji selama satu bulan, namun biaya dinas atau jaga malam juga belum dibayarkan.

Menurut para THL yang mengadu ke wakil ketua Dewan satu Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE, biaya dinas malam mereka belum dibayarkan hingga enam bulan.

Adapun biaya jaga malam yang belum dibayarkan itu, sebut para THL untuk setiap malamnya capai Rp 25 ribu per malam.

"Biasanya satu bulan uang jaga malam kami seratus dua puluh lima ribu. Tapi ini sudah enam bulan hingga kami di-PHK tidak dibayarkan," kata Ida, salah satu THL yang curhat kepada Ramli SE, di halaman kantor DPRK, Senin, (13/1).

Para THL itu meminta agar Ramli mengambil sikap atas nasib yang mereka, terutama PHK yang tidak wajar. Pasalnya, mereka yang hari ini terkena PHK telah mengabdi hingga sepuluh tahun lebih.

Tidak hanya itu, menurut pengakuan mereka semua yang terkena PHK adalah yang lulus tes saat dilakukan perekrutan tenaga kontrak, dan memiliki berbagai sertifikat kopetensi, Surat Tanda Regestrasi (STR), dan Surat Izin Kejar Kabidanan dan Keperawatan.

Menanggapi persoalan yang dihadapi para THL, Ramli menyebutkan DPRK setempat dapat melakukan hak angket atas tindakan yang dilakukan oleh rumah sakit.

Pasalnya, sebut dia ada kebijakan politik yang tidak wajar dalam proses PHK tersebut, dan merugikan para THL atas kebijakan tersebut.

"Ini nanti setelah kita lakukan sidak ke sana. Maka kita lihat, apakah akan kita lakukan hak angket apa tidak ini aneh," ujarnya.

Ramli menyebutkan, harusnya dampak dari turun tipe rumah sakit harusnya direktur rumah sakit yang dicopot lantaran tidak mampu membuat rumah sakit itu lebih baik, namun malah THL yang dikorbankan.

Ia juga merasa aneh dengan kebijakan Bupati Aceh Barat, Ramli MS, yang dianggap tidak mendengar aspirasi DPRK. Padahal, kata dia, semua fraksi meminta Bupati mencopot Direktur RSUDCND Meulaboh, Dokter Furqansyah, saat pemandangan umum disampaikan dalam rapat paripurna perhitungan anggaran yang berlangsung Desember lalu.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...