Unduh Aplikasi

BI: Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Relatif Stabil

BI: Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Relatif Stabil
Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh, Teuku Munandar. Foto: Net

BANDA ACEH - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Banda Aceh relatif stabil sejak akhir Desember 2017 hingga awal Januari 2018.

Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh, Teuku Munandar menyebutkan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut berdasarkan pantauan Bank Indonesia pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Meski begitu terdapat fluktuatif atau ketidak tetapan harga pada beberapa kebutuhan pokok.

"Persentase kenaikan atau penurunan harga sejumlah bahan pokok sangat kecil," kata Teuku Munandar kepada AJNN, Kamis (18/1).

Khusus di Banda Aceh, katanya, sejak 2 hingga 17 Januari 2018 beberapa komoditas tercatat tidak mengalami fluktuasi yang berarti.

"Data yang diambil dipasarkan tradisional Setui dan Peunayong, tidak ada kenaikan dan penurunan harga yang tinggi sama sekali sejak awal tahun," ucapnya.

Baca: Sejumlah Kebutuhan Pokok di Banda Aceh Naik

Pada cabai merah yang awal tahun mencapai Rp 44.500 per kilogram, hari ini tercatat turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada cabai rawit, dimana harga pada awal tahun mencapai Rp57.500 perkilogram kemudian berangsur turun hingga menjadi Rp 50 ribu per kilogram pada hari ini, Kamis (18/1).

Sedangkan telur ayam broiler, lanjut Munandar merupakan komoditas yang harganya cukup stabil dengan kisaran Rp 21.850 hingga Rp 22.400 per kilogramnya.

"Namun kenaikan cukup signifikan dalam dua minggu terakhir terjadi pada daging ayam broiler, dimana pada awal tahun harganya Rp 22.000 per kilogram, hari ini tercatat naik menjadi Rp 26.600 per kilogram," ujarnya.

Bila melihat data yang ada di PIHPS, secara umum harga kebutuhan pokok di Banda Aceh relatif stabil, kecuali beras yang sempat naik sebagaimana yang diberitakan disejumlah media massa.

Ia juga menyebutkan agar tidak terjadinya inflasi yang tinggi, pemerintah daerah diharapkan melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh.

"Meskipun inflasi Aceh dan nasional pada tahun 2017 dapat terkendali, namun potensi kenaikan inflasi di 2018 patut diwaspadai," ungkapnya.

Komentar

Loading...