Unduh Aplikasi

BI canangkan gerakan nontunai

BI canangkan gerakan nontunai
DSC 7251
ACEH BARAT DAYA - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh melakukan sosialisasi pencanangan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di wilayah Barat-Selatan Provinsi Aceh, yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). kegiatan tersebut dalam rangka meluncurkan inovasi terbaru dalam upaya meminimalisir peredaran uang di masyarakat.

Inovasi ini dikenal dengan istilah e-money, yang mengkonversi uang kertas menjadi uang elektronik (u-nik) tanpa mengurangi nilai rupiah itu sendiri. Peningkatan transaksi non tunai  terjadi pada transaksi kliring, RTGS, uang elektronik, kartu kredit, kartu ATM, dan kartu debet dengan terbesar pada kartu kredit.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Zulfan Nukman disela-sela kegiatan kepada AJNN, Jumat (31/10) mengatakan, pencanangan ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis, dan juga lembaga-lembaga pemerintah termasuk lembaga pendidikan untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi keuangan yang mudah, aman, dan efisien.

Dia menyebutkan, keunggulan dari penggunaan uang elektronik adalah transaksi yang lebih teratur, pedagang tidak repot dengan uang kembalian, dan mengurangi biaya percetakan uang. Selain itu dengan adanya uang elektronik membuat terciptanya kemudahan pengelolaan.

Dia menjelaskan, nilai uang ini akan diwujudkan dalam bentuk kartu dengan nilai maksimal Rp 1 juta dan tidak dikenakan potongan administrasi. Karena itu, pihaknya kini terus mengkampanyekan penggunaan uang elektronik ini melalui program GNNT dengan bekerja sama dengan kampus, termasuk Unair untuk menyosialisasikan GNNT. “Mahasiswa kan punya tingkat pendidikan lebih tinggi dan bisa menjelaskan uang elektronik ini ke masyarakat,” katanya.

Selanjutnya kata dia, GNNT bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya.

Menurutnya semakin hari, kemajuan dari teknologi dunia akan membutuhkan alat transaksi yang lebih efisien dan aman. Ia mengatakan, dunia yang semakin maju dan transaksi yang secara kualitatif dan kuantitatif membutuhkan alat pembayaran yang efisien.

Penggunaan nontunai, lanjutnya akan meminimalisir rasa khawatir masyarakat membawa uang palsu. Selain itu, juga tidak perlu merasa risih membawa uang yang sudah lusuh. “Transaksi e-money ini tidak akan membingungkan masyarakat ketika transaksi kembalian ada atau tidak ada. Bahkan di sebagian minimarket ada kembalian oleh permen yang seharusnya tidak boleh terjadi,” katanya.

Disebutkan, untuk wilayah barat selatan Aceh seperti di Kabupaten Aceh Barat hingga ke Kota Subussalam sudah tersedia tempat-tempat berbelaja yang melayani konsumen dengan transaksi non tunai, paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs.Ramli Bahar atas nama Pemkab Abdya dalam kesempatan tersebut menyambut baik atas apa yang dilakukan BI, sebab kegiatan seperti ini merupakan bentuk terobosan dalam bentuk nyata yang memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat dalam upaya menuju masyarakat yang lebih maju.

“Kita memandang gerakan ini merupakan suatu langkah yang sangat penting, karena keunggulan dari penggunaan uang tersebut adalah transaksi lebih teratur, pedagang tidak repot dengan uang kembalian, mengurangi biaya percetakan uang dan yang paling penting adalah meminimalisir peredaran uang palsu,” ujar Sekda.

Implementasi GNNT ini pada dasarnya lebih mengarah pada perubahan budaya dan perilaku, dibandingkan perubahan sistem. Bertransaksi non tunai bukan hanya sekedar mengubah alat bayar dalam transaksi, tetapi menjadi langkah besar untuk mewujudkan perekonomian nasional yang lebih handal dan efisien.

“Untuk ini peran kita semua dalam melakukan perubahan sangat diperlukan, disamping itu BI dan lembaga perbankan lainnya sebagai pemain utama dalam penyediaan layanan kepada masyarakat perlu memiliki visi yang sama dan komitmen yang kuat untuk mendorong penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat,” pungkasnya

Pantau AJNN acara tersebut di buka secara resmi oleh Sekda Abdya Ramli Bahar, dan hadiri 120 peserta dari kalangan  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Kadin, Perbankan, sejumlah Kepala Sekolah di Abdya, para dewan guru serta mahasiswa di Kabupaten setempat.

 

Rahmat

 

Komentar

Loading...