Unduh Aplikasi

Beton Buruk Pengendali Banjir

Beton Buruk Pengendali Banjir
Ilustrasi: writer.

PERNYATAAN pakar beton tentang buruknya kualitas bangunan pengendali banjir Sungai Krueng Buloh, Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara, perlu jadi perhatian inspektorat dan aparat penegak hukum. Hanya tiga bulan setelah dibangun, bangunan itu ambruk.

Tentu saja yang paling mudah untuk dijadikan kambing hitam adalah faktor alam. Banjir, hujan deras, atau tanah longsor biasa jadi bahan kontraktor sebagai biang kerok kerusakan. Jika tidak benar-benar dicermati, tentu saja alasan-alasan itu akan mudah ditelan. Pernyataan kontraktor pun menjadi kebenaran. 

Karena itulah perlu pendapat para ahli. Media ini mewawancarai seorang pakar beton yang menyatakan bahwa kerusakan bangunan itu adalah karena kualitas beton di proyek itu tidak seragam. Dia mengatakan beton berusia dua pekan atau 14 hari sudah mencapai kekuatan 88 persen. 

Artinya, sangat kecil kemungkinan terjadi kerusakan meskipun banjir datang sebelum usia beton menjadi penyatu bangunan itu mencapai 28 hari. Pada saat perencanaan, pelaksana proyek harus pula meningkatkan faktor keamanan sekitar 15 persen dari kekuatan yang ada. 

Dengan kemampuan 88 persen, seharusnya beton yang dipasang di dinding pengendali banjir itu dapat menampung beban optimum. Bahkan si pakar menyebut kerusakan itu terjadi murni akibat mutu beton tidak seragam antara satu titik dengan titik yang lain.  

Pihak pengawas juga menjadi titik lemah pembangunan proyek senilai lebih dari Rp 11 miliar itu. Kejadian ini seharusnya dapat dihindari jika semua pihak yang terlibat di dalam proyek ini, termasuk pengguna jasa, memastikan pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak. 

Kontraktor, pengguna jasa dan pengawas juga harus memastikan bangunan pengendali banjir itu dibuat lagi dari awal dengan spesifikasi yang tepat. Bangunan itu tidak cukup hanya diperbaiki di bagian yang rusak. 

Karena bukan tidak mungkin bagian lain juga dibangun dengan kualitas beton yang buruk. Agar uang negara tidak habis untuk membangun puing-puing. 

Komentar

Loading...